Sebenarnya ingin lebih lama di sini. Tapi ‘terpaksa’ pulang ceÂpat ke Amerika Serikat (AS). Sebab, ingin berkampanye untuk kakaknya Barack Obama. SebeÂlum pulang ke AS, hari ini diÂjadwalkan pergi ke Kuala LumÂpur, Malaysia.  Â
“Kunjungan saya ke Indonesia tidak ada hubungannya dengan kegiatan politik. Saya juga bukan mewakili Obama. Kedatangan saya sebagai bentuk kerja sama Amerika Serikat dengan IndoneÂsia dalam dunia pendidikan,’’ paÂpar Maya Soetoro kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Berikut kutipan selengkapnya:
Apa tujuan Anda datang ke IndoÂnesia?
Untuk mempromosikan pertuÂkaran pendidikan dengan partner dan sekolah-sekolah, termasuk dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Berapa hari kunjungan ke sini?
Selama empat hari. Hari perÂtama saya gunakan untuk datang ke nikahan keluarga yang besar sekali, dihadiri 2.000 orang. SeÂdangkan tiga harinya untuk beÂkerja. Itu pernikahan anak peÂremÂpuan dari sepupu saya Soni. Lain kali bisa lebih lama. Tetapi besok (hari ini) saya harus pergi ke Kuala Lumpur untuk melakukan pekerjaan yang sama. Sebab, sepulang dari Indoensia, saya harus kampanye untuk pemilihan presiden buat kakak saya Barack Obama.
Kapan Anda menyadari menÂjadi pendidik?
Saya sangat beruntung dapat mengetahui pekerjaan yang saya inginkan saat saya umur 18 tahun. Saat itu saya mengetahui satu-satunya pekerjaan yang sangat saya suka dan ingin saya lakukan adalah bekerja dalam program berkaitan dengan anak-anak seÂkolah menengah. Â
Sebab, itu merupakan peÂkerjaan yang dapat membuat saya terus belajar. Saya menyukai huÂbungan yang terjalin antara saya dan murid saya. Anak-anak muda juga membuat saya baÂhagia, karena mereka membuat saya berÂpikir tentang segala kemungÂkinan. Saya merasa beruntung.
Apa anak-anak Anda merasa berhubungan dengan IndoneÂsia? Â
Ya. Saya memiliki lukisan IndoÂnesia di rumah, ada wayang. Saya juga meÂmiliki banyak foto, seperti BoÂroÂbudur dan PrambaÂnan. Kami juga menÂcicipi makaÂnan IndoneÂsia sepeÂkan sekali. Saya menÂceÂritaÂkan kepada meÂreka mengenai IndoÂnesia. Itu meruÂpakan hal terbaik yang dapat saya lakukan. SeÂbab, saya tidak bisa seÂring memÂbawa mereka ke InÂdoÂÂnesia.
Apa yang Anda ceritakan?
Saya menceritakan kepada mereka mengenai bagaimana raÂsaÂnya besar di Yogyakarta dan Semarang.
Saya dekat dengan pembuatan batik. Saya juga menceritakan mengenai pasar burung di YogyaÂkarta dan Taman Sari. Saya juga bercerita mengenai bermain badminton dan pingpong karena saya sering banget melakukan itu, he-he-he.
Itu saja?
Ada yang lain. Saya juga berÂcerita mengenai bagaimana rasaÂnya tinggal di Menteng Dalam. Bagaimana suara adzan di pagi hari. Saya berbicara kepada meÂreka kadang-kadang menggunaÂkan bahasa Indonesia. Saya tidak begitu fasih berbahasa Indonesia. Saya hanya menggunakan dalam beberapa hal.
Apa anak-anak Anda bisa berÂbahasa Indonesia?
Kata-kata yang bisa mereka ucapkan sangat random sekali, he-he-he. Anak saya yang perÂtama Suheila namanya. Bisa mengatakan terima kasih, kuda, susu, dan belum. Mereka bisa menggunakan beberapa kata dalam bahasa Indonesia. Mereka belajar bahasa Indonesia keÂbaÂnyakan dari cerita-cerita saya mengenai kakek dan neneknya. Mereka tidak pernah bertemu keÂduanya karena sudah meninggal.
Apakah keluarga dari IndoÂneÂsia sering berkunjung ke AmeÂrika?
Keluarga saya dari Indonesia kadang-kadang datang ke AmeÂrika untuk mengunjungi saya. Mereka juga berbicara dengan anak-anak saya dalam bahasa Indonesia.
Apakah Obama sering berÂbicara dengan bahasa Indonesia dengan Anda?
Ya. Kakak saya masih mengÂgunakan bahasa Indonesia, teruÂtama yang berhubungan dengan makanan. Misalnya ‘enak ya’. Dia juga bisa mengatakan ‘aduh sakit, mau pijet.’ Dan hal-hal ranÂdom yang masih dia ingat. Atau dia juga pernah berkata kepada anak saya ‘wah kuat ya’. Dia keÂbanyakan menggunakan bahasa Indonesia untuk mengÂungkapkan hal-hal yang ekspreÂsif. Meski tidak banyak kata-kata yang bisa dia gunakan dalam baÂhasa IndoÂnesia, dia mengerti baÂhasa IndoÂnesia lebih baÂnyak. KaÂlau Anda berbicara bahasa IndoÂnesia, bisa mengerti apa yang Anda katakan.
Seseorang dari kedutaan AmeÂrika berbicara kepada saya bahwa dia bertemu dengan Obama. Lalu Obama berkata mau bakso. Tapi mereka hanya kasih makanan bule. Yang mau saya tekankan adalah kenyataan bahwa dia mampu mengekspresikan keÂingiÂnannya atas makanan Indonesia membuat orang kedutaan itu terkesan, he-he-he.
Apa saja kegiatan Anda seÂhari-hari?
Saya seorang ibu dengan dua anak kecil. Sehari-hari saya mengurus mereka. Selain itu, saya adalah seorang profesor, saya kadang-kadang kerja dengan lembaga non profit. Saya juga melakukan kampanye untuk kakak saya (Obama). [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: