WAWANCARA

Maya Soetoro: Pulang Dari Indonesia, Saya Kampanye Untuk Obama...

Rabu, 06 Juni 2012, 08:58 WIB
Maya Soetoro: Pulang Dari Indonesia, Saya Kampanye Untuk Obama...
Maya Soetoro
RMOL.Adik Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Maya Soetoro mengaku senang selama empat hari berada di Indonesia.

Sebenarnya ingin lebih lama di sini. Tapi ‘terpaksa’ pulang ce­pat ke Amerika Serikat (AS). Sebab, ingin berkampanye untuk kakaknya Barack Obama. Sebe­lum pulang ke AS, hari ini di­jadwalkan pergi ke Kuala Lum­pur, Malaysia.    

“Kunjungan saya ke Indonesia tidak ada hubungannya dengan kegiatan politik. Saya juga bukan mewakili Obama. Kedatangan saya sebagai bentuk kerja sama Amerika Serikat dengan Indone­sia dalam dunia pendidikan,’’ pa­par Maya Soetoro kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa tujuan Anda datang ke Indo­nesia?

Untuk mempromosikan pertu­karan pendidikan dengan partner dan sekolah-sekolah, termasuk dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Berapa hari kunjungan ke sini?

Selama empat hari. Hari per­tama saya gunakan untuk datang ke nikahan keluarga yang besar sekali, dihadiri 2.000 orang. Se­dangkan tiga harinya untuk be­kerja. Itu pernikahan anak pe­rem­puan dari sepupu saya Soni. Lain kali bisa lebih lama. Tetapi besok  (hari ini) saya harus pergi ke Kuala Lumpur untuk melakukan pekerjaan yang sama. Sebab, sepulang dari Indoensia, saya harus kampanye untuk pemilihan presiden buat kakak saya Barack Obama.

Kapan Anda menyadari men­jadi pendidik?

Saya sangat beruntung dapat mengetahui pekerjaan yang saya inginkan saat saya umur 18 tahun. Saat itu saya mengetahui satu-satunya pekerjaan yang sangat saya suka dan ingin saya lakukan adalah bekerja dalam program berkaitan dengan anak-anak se­kolah menengah.  

Sebab, itu merupakan pe­kerjaan yang dapat membuat saya terus belajar. Saya menyukai hu­bungan yang terjalin antara saya dan murid saya. Anak-anak muda juga membuat saya ba­hagia, karena mereka membuat saya ber­pikir tentang segala kemung­kinan. Saya merasa beruntung.

Apa anak-anak Anda merasa berhubungan dengan Indone­sia?  

Ya. Saya memiliki lukisan Indo­nesia di rumah, ada wayang. Saya juga me­miliki banyak foto, seperti Bo­ro­budur dan Pramba­nan. Kami juga men­cicipi maka­nan Indone­sia sepe­kan sekali. Saya men­ce­rita­kan kepada me­reka mengenai Indo­nesia. Itu meru­pakan hal terbaik yang dapat saya lakukan. Se­bab, saya tidak bisa se­ring mem­bawa mereka ke In­do­­nesia.

Apa yang Anda ceritakan?

Saya menceritakan kepada mereka mengenai bagaimana ra­sa­nya besar di Yogyakarta dan Semarang.

Saya dekat dengan pembuatan batik. Saya juga menceritakan mengenai pasar burung di Yogya­karta dan Taman Sari. Saya juga bercerita mengenai bermain badminton dan pingpong karena saya sering banget melakukan itu, he-he-he.

Itu saja?

Ada yang lain. Saya juga ber­cerita mengenai bagaimana rasa­nya tinggal di Menteng Dalam. Bagaimana suara adzan di pagi hari. Saya berbicara kepada me­reka kadang-kadang mengguna­kan bahasa Indonesia. Saya tidak begitu fasih berbahasa Indonesia. Saya hanya menggunakan dalam beberapa hal.

Apa anak-anak Anda bisa ber­bahasa Indonesia?

Kata-kata yang bisa mereka ucapkan sangat random sekali, he-he-he. Anak saya yang per­tama Suheila namanya. Bisa mengatakan terima kasih, kuda, susu, dan belum. Mereka bisa menggunakan beberapa kata dalam bahasa Indonesia. Mereka belajar bahasa Indonesia ke­ba­nyakan dari cerita-cerita saya mengenai kakek dan neneknya. Mereka tidak pernah bertemu ke­duanya karena sudah meninggal.

Apakah keluarga dari Indo­ne­sia sering berkunjung ke Ame­rika?

Keluarga saya dari Indonesia kadang-kadang datang ke Ame­rika untuk mengunjungi saya. Mereka juga berbicara dengan anak-anak saya dalam bahasa Indonesia.

Apakah Obama sering ber­bicara dengan bahasa Indonesia dengan Anda?

Ya. Kakak saya masih meng­gunakan bahasa Indonesia, teru­tama yang berhubungan dengan makanan. Misalnya ‘enak ya’. Dia juga bisa mengatakan ‘aduh sakit, mau pijet.’ Dan hal-hal ran­dom yang masih dia ingat. Atau dia juga pernah berkata kepada anak saya ‘wah kuat ya’. Dia ke­banyakan menggunakan bahasa Indonesia untuk meng­ungkapkan hal-hal yang ekspre­sif. Meski tidak banyak kata-kata yang bisa dia gunakan dalam ba­hasa Indo­nesia, dia mengerti ba­hasa Indo­nesia lebih ba­nyak. Ka­lau Anda berbicara bahasa Indo­nesia, bisa mengerti apa yang Anda katakan.

Seseorang dari kedutaan Ame­rika berbicara kepada saya bahwa dia  bertemu dengan Obama. Lalu Obama berkata  mau bakso. Tapi mereka hanya kasih makanan bule. Yang mau saya tekankan adalah kenyataan bahwa dia mampu mengekspresikan ke­ingi­nannya atas makanan Indonesia membuat orang kedutaan itu terkesan, he-he-he.

Apa saja kegiatan Anda se­hari-hari?

Saya seorang ibu dengan dua anak kecil. Sehari-hari saya mengurus mereka. Selain itu, saya adalah seorang profesor, saya kadang-kadang kerja dengan lembaga non profit. Saya juga melakukan kampanye untuk kakak saya (Obama). [Harian Rakyat Merdeka]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA