Kubu Republik Tuding Obama Tak Becus Urus Ekonomi AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 15 Januari 2012, 09:48 WIB
Kubu Republik Tuding Obama Tak Becus Urus Ekonomi AS
barack obama/ist
RMOL. Jelang pemilihan umum presiden yang akan dilakukan akhir 2012 nanti, perang urat saraf antara kubu Partai Demokrat dan kubu Partai Republik semakin memanas. Kali ini giliran kubu Republik yang menyerang kebijakan ekonomi sang incumbent dari Partai Demokrat, Barack Obama.

Kubu dari calon kuat Partai Republik, Mitt Romney, menuding kebijakan ekonomi yang buruk dari Barack Obama sebagai penyebab utama krisis yang melilit Amerika Serikat. Karena itu Obama tidak pantas lagi untuk membawa ekonomi AS menjadi lebih baik.

"Tidak ada pidato Obama yang akan bisa membujuk rakyat Amerika. Mereka sudah mengetahui rekam jejak kebijakan ekonominya, yang bisa dikatakan sebagai malapetaka," kata Direktur Politik kubu Romney, Lanhee Chen, sebagaimana dikutip dari Reuters (Minggu, 15/1).

Lebih Lanjut, Lanhee Chen, menyebut bahwa Obama adalah sumber malapetaka bagi perekonomian AS, karena kebijakannya telah membawa ekonomi AS makin terpuruk. Hal ini, lanjut Chen, terlihat dari semakin banyaknya jumlah pengangguran di negeri adidaya tersebut.

"Jumlah penduduk Amerika yang menganggur, setengah menganggur atau tidak lagi mencari kerja meningkat dari 22 juta orang menjadi 24 juta orang di bawah kepemimpinan incumbent itu," lanjut Chen.

Selain itu kubu Mitt Romney menyoroti meningkatnya jumlah utang di bawah kepemimpinan Obama. Saat ini total utang AS mencapai 15 triliun dolar AS, meningkat 4,6 triliun dolar AS sejak tahun 2009 yang hanya berkisar 10,4 triliun dolar AS.

Serangan dari kubu Mitt Romney ini merupakan balasan terhadap serangan kubu Obama beberapa waktu lalu. Saat itu, Romney disebut sebagai seorang 'job destroyer' yang hobi memecat pegawainya. Bahkan kubu Obama menyebut Romney sebagai orang kaya yang tidak sensitif terhadap permasalahan rakyat AS. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA