Sebagaimana dilansir
CNN (Minggu, 8/1), Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi mengatakan bahwa selama kunjungan tersebut Presiden akan mendiskusikan isu-isu kepentingan bersama serta perkembangan regional dan global dengan para pemimpin dari empat negara itu. Isu-isu global yang tercakup di dalam agenda presiden antara lain tentang Timur Tengah, Afrika Utara, krisis ekonomi Eropa dan hubungan Amerika Serikat.
Ali Akbar Salehi mengatakan bahwa kunjungan sang Presiden kali ini akan membawa pesan bahwa Iran sedang memprioritaskan diri untuk memperluas hubungan dengan dengan negara-negara Amerika Latin. Meski di sisi lain Amerika Serikat selalu memberikan peringatan kepada negara-negara Amerika Latin yang meningkatkan hubungan mereka dengan Iran.
Sejak Presiden Mahmud Ahmadinejad memimpin pada tahun 2005, Iran telah memperluas hubungan luar negeri mereka dengan beberapa negara Amerika Latin termasuk Venezuela, Bolivia dan Brazil.
Saat ini tekanan internasional sedang tertuju pada Iran, terutama oleh negara-negara Barat. Iran telah dituduh mengembangkan program pengayakan nuklirnya nuklir untuk persenjataan. Hingga saat ini ketegangan masih terus berlanjut khususnya di Selat Hormus, yang merupakan jalur utama minyak dari negara-negara Arab yang akan didistrubusikan ke seluruh dunia.
[ysa]
BERITA TERKAIT: