Namun, rencana ini disinyalir belum mampu menjawab persoalan kualitas pegawai negeri sipil yang kerap mendapat sorotan.
"Memang kebijakan itu bagus, tapi tidak bisa
case by case ya. Untuk membenahi kualitas SDM kita butuh
grand design peningkatan kemampuan yang lengkap," kata politisi PAN ini saat dihubungi wartawan, Senin (2/1).
Masih kata Chandra, hal lain yang menurut Chandra harus diperhatikan terkait rencana batas minimal nilai Toefl adalah soal pendapatan. Menurutnya orang-orang dengan nilai Toefl 600 punya peluang bekerja di perusahaan dengan gaji yang cukup tinggi. "Kalau untuk PNS kan agak sulit ya soal gaji itu," lanjutnya.
Sebetulnya, imbuh Chandra, dalam penilaian lain yang dibutuhkan Kemendag adalah calon pegawai yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dan mengedepankan kepentingan bisnis bangsanya.
"Saya tidak tahu aturan itu harus melalui Kemenpan (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara) atau tidak. Yang jelas Mendag itu sebisa mungkin fokus pada perlindungan usaha di dalam negeri dan juga peningkatan daya saing," tambahnya
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan membeberkan rencananya terkait wajib skor Toefl minimal 600 bagi pegawai kementerian perdagangan. Ia menegaskan kebijakan itu hanya diprioritaskan bagi PNS muda.
[arp]
BERITA TERKAIT: