Toefl Tinggi Tidak Jamin Selesaikan Persoalan PNS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 02 Januari 2012, 17:50 WIB
Toefl Tinggi Tidak Jamin Selesaikan Persoalan PNS
Chandra Tirta Wijaya/rm
RMOL. Rencana Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan untuk menerapkan ketentuan nilai Test of English as a Foreign Language (Toefl) minimal 600 bagi calon pegawai Kementerian Perdagangan disambut baik Anggota Komisi VI Chandra Tirta Wijaya.

Namun, rencana ini disinyalir belum mampu menjawab persoalan kualitas pegawai negeri sipil yang kerap mendapat sorotan.

"Memang kebijakan itu bagus, tapi tidak bisa case by case ya. Untuk membenahi kualitas SDM kita butuh grand design peningkatan kemampuan yang lengkap," kata politisi PAN ini saat dihubungi wartawan, Senin (2/1).

Masih kata Chandra, hal lain yang menurut Chandra harus diperhatikan terkait rencana batas minimal nilai Toefl adalah soal pendapatan. Menurutnya orang-orang dengan nilai Toefl 600 punya peluang bekerja di perusahaan dengan gaji yang cukup tinggi. "Kalau untuk PNS kan agak sulit ya soal gaji itu," lanjutnya.

Sebetulnya, imbuh Chandra, dalam penilaian lain yang dibutuhkan Kemendag adalah calon pegawai yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dan mengedepankan kepentingan bisnis bangsanya.

"Saya tidak tahu aturan itu harus melalui Kemenpan (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara) atau tidak. Yang jelas Mendag itu sebisa mungkin fokus pada perlindungan usaha di dalam negeri dan juga peningkatan daya saing," tambahnya

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan membeberkan rencananya terkait wajib skor Toefl minimal 600 bagi pegawai kementerian perdagangan. Ia menegaskan kebijakan itu hanya diprioritaskan bagi PNS muda.[arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA