Sikap PDIP yang Mendesak Kapolri Mundur Bikin Ruhut Sitompul Geram

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 30 Desember 2011, 16:18 WIB
Sikap PDIP yang Mendesak Kapolri Mundur Bikin Ruhut Sitompul Geram
ruhut sitompul/ist
RMOL. Beberapa politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendesak agar SBY mencopot Kapolri Timur Pradopo yang tak berhasil meredam konflik-konflik yang ada di daerah. Salah seorang yang berteriak lantang adalah Trimedya Panjaitan.

Kata Ketua DPP PDIP ini, tindakan aparat kepolisian yang kerap bertindak represif dalam menangani unjuk rasa, termasuk yang terjadi di Pelabuhan Sape, Bima akan mencoreng citra polisi itu sendiri.

"Kapolri harus bertanggung jawab dalam masalah ini, termasuk dengan mencopot Kapolres, Kapolda setempat. Baru setelah itu Kapolri-nya di pecat," jelas Trimedya Panjaitan anggota Komisi III dari F-PDIP.

Mendengar desakan tersebut, anggota Komisi III, Ruhut Sitompul pun geram. Ia meminta para politisi PDIP itu untuk tidak banyak omong.

"PDIP tak usah banyak bacot. Urus aja calon presidennya biar menang dulu, udah menang baru urus calon Kapolri. Waktu Mega jadi presiden, kita tidak campur urusan Kapolri," kata Ruhut yang politisi Partai Demokrat ini. Partai Demokrat sendiri baru masuk parlemen pada periode 2004-2009. [arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA