"Masalah-masalah ini terjadi karena penguasaan lahan, masalah batas serta tumpang tindihnya perizinan yang dikeluarkan pemerintah," tegas TB Hasanuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 29/12).
Ke-13 kasus tersebut adalah, sengketa lahan sawit di Belitan Hilir Kalimantan Barat, perampasan tanah untuk wilayah wisata Gili Terawangan, NTB, sengketa antara warga dengan TNI Angkatan Udara di Garut Selatan dan di Rumpin, sengketa lahan dengan Angkatan Darat di Kebumen, sengketa dengan PT Permata Hijau Pasaman di Jorong Maligi-Sasak, Sumatera Barat, sengketa lahan sawit di Tenggarong Kalimantan Timur.
Tambahannya, sengketa lahan sawit di Muara Kalimantan Timur, lahan sawit Malimping Banten, lahan Bintang Delapan Mineral di Morowali Sulawesi Tengah, sengketa lahan di Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan, sengketa lahan sawit di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, sengketa lahan Cita Palu Mineral di Tolitoli Sulawesi Tengah, dan sengketa lahan PT Cita Palu Mineral di Poboya, Palu.
"Saya juga memeroleh info, potensi serupa terjadi di Sumatera Utara. Tapi ini belum bisa saya sampaikan, karena masih harus mendalaminya. Saya akan memeriksa ke sana dalam waktu dekat ini," tandas TB yang merupakan Sekretaris Militer era Presiden Megawati Soekarnoputri
. [dem]
BERITA TERKAIT: