"Ketika India, Cina dan Singapura tumbuh dengan angka cukup tinggi tapi kita tumbuhnya itu masih enam koma. Energi kita habis dimakan oleh orang-orang yang selama ini sebenarnya diharapkan bisa mendorong pertumbuhan itu," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Kamis (22/12).
Pram menegaskan, orang-orang yang dimaksudnya adalah orang-orang di lingkaran paling terdekat kekuasaan. Sedangkan hiruk pikuk itu terjadi karena banyak persoalan tidak tuntas terselesaikan. Seperti kasus Cicak Buaya, Susno Duadji, Gayus Tambunan, Nazaruddin, Nunun Nurbaetie dan banyak persoalan-persoalan besar lainnya tidak terselesaikan.
"Jadi yang ada hanya hiruk pikuk. Luar biasa hiruk pikuknya tetapi inti dari persoalan itu sendiri tumpang tindih, tertimbun begitu ya. Nazar tertimbun Nunun, Nunun masih setengah-setengah, ada Mesuji. Refleksi bagi kita harus ada yang diperbaiki dalam sistem ini," kata mantan Sekjen PDIP itu.
[ald]
BERITA TERKAIT: