"Saya lebih senang menyebutnya dengan poros kebersamaan. Jadi ini, kita enam fraksi telah melakukan pertemuan-pertemuan untuk menyamakan persepsi dalam rangka pembahasan RUU Pemilu. Kita sudah melakukan pertemuan-pertemuan rutin," ungkap Sekretaris Fraksi Hanura Saleh Husin kepada
Rakyat Merdeka Online petang ini, (Jumat, 4/11).
Politisi yang menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP Hanura ini kembali menegaskan bahwa pembentukan poros kebersamaan untuk melawan Demokrat, Golkar, dan PDI Perjuangan, yang gencar menyuarakan peningkatan ambang batas perolehan suara minimal partai politik masuk parlemen dan penyempitan alokasi kursi daerah pemilihan. "Mereka hanya mau menang sendiri, tidak mau melihat kebersamaan," tegasnya.
Karena itu, poros kebersamaan itu berkomitmen mempertahankan apa yang diputuskan dalam rapat Badan Legislasi DPR sebelumnya. "Yaitu, PT (parliamentary treshold) 2,5 persen dan alokasi 3-10 (kursi) per dapil, berlaku secara nasional. Itu yang harus kita pertahankan," tandasnya.
Pernyataan berbeda disampaikan Sekretaris Fraksi PKS Abdul Hakim. Dia menegaskan, sampai saat ini belum ada pembentukan poros tengah atau poros lainnya sebagai wadah enam partai. "Saya belum pernah dapat undangan untuk deklarasi itu. Belum ada pertemuan poros tengah," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online tadi pagi (Jumat, 4/11).
[zul]
BERITA TERKAIT: