"Banyak terkaan-terkaan publik yang disebabkan Pak SBY itu selalu melempar kan wacana. Padahal dalam sistem presidensial,
reshuffle itu sangat mudah sekali bagi Presiden. Kapan pun dia mau lakukan. Hari ini dia panggil menteri, (lalu SBY bilang) kamu saya ganti juga boleh," kata pengamat politik Hanta Yuda AR kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Karena itu, agar tidak semakin banyak praduga yang berkembang di masyarakat, dia menyarankan, kalau memang Presiden mau me-
reshuffle kabinet, segera memberikan kepastian. Sebaiknya, SBY langsung mengatakan kepada publik bahwa
reshuffle akan diumumkan minggu depan atau langsung merombak kabinet hari itu juga. "Jadi tidak gembor-gembar," tegas penulis buku
Presidensialisme Setengah Hati: dari Dilema ke Kompromi ini.
Pengamat dari The Indonesian Institute ini sendiri sepakat dengan perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II. Bahkan, menurutnya, Presiden mestinya melakukan itu pada tahun pertama. Meski begitu, tidak mempermasalahkan, bila perombakan kabinet itu dilakukan memasuki tahun kedua. Karena dia berprinsip, lebih baik terlambat dari tidak sama sekali.
[zul]
BERITA TERKAIT: