Di tengah menguatnya wacana kocok ulang tersebut, Sekjen PKS Anis Matta justru mencurigai bahwa kocok ulang itu dimaksudkan untuk kepentingan pengumpulan logistik pada 2014. Karena kementerian santer disebut-sebut bakal dirombak adalah kementerian yang basah, seperti Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan.
Hal inilah yang disayangkan Partai Demokrat. Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan menilai saat ini sudah terjadi kesepahaman bahwa reshuffle KIB II merupakan satu kebutuhan nasional.
"Dari pandangan kalangan akademisi, pengamat dan politisi umumnya, terlihat bahwa reshuffle kali ini memiliki semangat yang berbeda dengan yang sebelumnya. Dalam pengertian wacana kali ini terjadi kesepahaman yang kuat antara semua kalangan, pengamat, akademisi, koalisi dan oposisi," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
"Jangankan partai-partai yang ada di koalisi. PDI Perjuangan sendiri memandang ini dengan kaca mata positif, yaitu untuk kepentingan nasional. PDIP saja bisa bersikap dan melihat dalam perspektif positif terhadap keperluan
reshuffle. Seyogyanya PKS melihat ini harus lebih positif, harus lebih jernih, lebih indah lagi dibandingkan dengan yang dinyatakan PDI Perjuangan," kesalnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: