Dihubungi
Rakyat Merdeka Online pagi ini, Ramadhan Pohan menegaskan tidak ada gunanya Anis Matta curiga terlalu jauh. Apalagi dasar kecurigaan Anis Matta itu lemah sekali.
"Itu Anis Matta
kemajon. Artinya terlalu jauh (melihat).
Wong Pak SBY saja belum mengumumkan
reshuffle, belum ada yang satu pun tahu kecuali Pak SBY kementerian mana yang diganti. Loh kok Anis Matta yang nun dijauh disana bisa memastikan yang akan diganti adalah kementerian ini, itu. Dari mana dia tahu?" katanya mempertanyakan.
Ramadhan memaklumi kecurigaan Anis Matta ini berdasarkan isu yang berkembang bahwa yang akan dirombak adalah kementerian ini dan itu. Tapi dengan menanggapi dan mengomentari rumor tersebut, sama saja Anis Matta membuat spekulasi yang bisa berujung fitnah.
Soal Presiden SBY belum juga berkomunikasi dengan pimpinan partai koalisi yang juga dipersoalkan Anis, Ramadhan Pohan memintanya untuk tidak khawatir.
"Saya kira Pak SBY paham momentum komunikasi atau substansi komunikasi kapan atau bagaimana komunikasi itu dilakukan dan dengan siapa dilakukan. Itu beliau lebih paham. Anis Matta nggak perlu khawatir terlalu jauh," tandasnya.
Anis Matta mengungkapkan kecurigannya tadi malam.
"Kita melihat ada gelagat isu ini sebagai upaya pengaturan logistik Pemilu 2014 dibanding sebagai penguatan kabinet. Kita khawatir SBY mendapat masukan yang tujuannya bukan untuk perbaikan kinerja tapi untuk akselerasi logistik Pemilu 2014," demikian Wakil Ketua DPR ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: