Jangan Sampai Polri Diperalat Kelompok Berduit

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 25 Agustus 2011, 12:56 WIB
Jangan Sampai Polri Diperalat Kelompok Berduit
ilustrasi
RMOL. Penembakan Polri terhadap warga Desa Kolo Bawah, Kecamatan Mamosalato yang menagih janji penyediaan listrik dan fasilitas umum lainnya oleh investor minyak Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Medco E&P Tomori seakan semakin menuguhkan karakter korps bhayangkara itu hanya kepada kelompok berduit.

"Memang sudah menjadi karakter polisi kita, mereka hanya berpihak pada orang-orang yang berpunya dan cenderung yidak peduli pada hak-hak rakyat kecil. Mungkin hal ini diakibatkan selama ini kalangan pengusaha sering membantu pihak kepolisian," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane siang ini.
 
Sebagai Polri yang profesional, Neta mengingatkan, seharusnya mereka netral dan tidak berpihak. Untuk menjaga netralitas tersebut, pimpinan Kepolisian setempat, apakah Kapolda dan Kapolres serta pimpinan lainnya harus memberikan contoh. Sebagai atasan, kata Neta, mereka harus profesional, tidak berpihak dan terus menerus mengontrol anak buahnya agar benar-benar menjadi polisi profesional dan tidak diperalat oleh orang-orang yang punya duit.

"IPW prihatin dengan kasus Morowali ini dan meminta Komisi III turun tangan dan Komnas HAM segera membentuk tim pencari fakta," demikian Neta. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA