"Sebagai kebaikan antarlembaga harus ada ada dari lembaga penegak hukum. Saya melihatnya Pak Zulkarnen itu dalam pengertian dari Kejaksan itu kan cukup mewakili lembaga penegak hukum. Polisi nggak usah ada ngak apa-apa. Nanti kalau semua bukan dari penegak hukum itu akan niru MAKI, jadi KPK malah jadi LSM," kata Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Boyamin Saiman kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.
Artinya dengan memasukkan nama Zulkarnaen, format ideal pimpinan KPK mendatang menurutnya adalah Bambang Widjojanto, Yunus Hussein, Abdullah Hehamahua, dan Zulkarnaen serta Busyro yang memang masa jabatannya belum habis. Sedangkan Handoyo, yang masuk dalam empat besar versi Pansel tidak usah ikut dipilih karena toh tetap akan di KPK sebagai deputi.
"Bambang mewakili kepentingan masyarakat anti korupsi. Pak Abdullah Hehamahua mewakili kesinambungan KPK meski sudah ada Pak Busyro. Tapi tetapi perlu sosok sepuh yang jadi panutan. Pak Yunus Hussein yang memang harus mendukung KPK tentang analisis keuangan. Kemudian Zulkarnaen penegak hukum. Ini the dream team," ungkapnya.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: