PANSEL KPK

Politisi Demokrat Pertanyakan Ide Penyadapan Komisi III DPR

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 23 Agustus 2011, 15:05 WIB
Politisi Demokrat Pertanyakan Ide Penyadapan Komisi III DPR
Edy Ramli Sitanggang/ist
RMOL. Anggota Komisi III DPR Edi Ramli Sitanggang menolak usul agar semua anggota Komisi Hukum DPR itu disadap untuk menghindari adanya deal-deal dengan para calon pimpinan KPK jelang pelaksanaan fit and proper test.

"Di dalam konteks apa disadap segala macam. Urusannya apa? Itukan sudah mengkerdilkan satu lembaga. Membangun demokrasi tidak boleh (mengedepankan) subjektifitas," katanya kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 23/8).

Sebelumnya, Panda Nababan mengakui mengadakan pertemuan dengan Chandra M Hamzah sebelum menjalani uji kelayakan pada tahun 2007. Meski Panda membantah ada deal-deal politik. Yang teranyar, mantan anggota Komisi III DPR M. Nazaruddin membeberkan bahwa Busyro Muqoddas meminta bantuan kepadanya untuk dipilih menjadi pimpinan KPK tahun lalu. Meski, Busyro membantahnya.

Nah, untuk menghindari adanya kecurigaan III itulah muncul wacana agar Komisi III DPR disadap selama proses fit and proper test dan hal itu disanggupi anggota Komisi III DPR Sarifuddin Sudding. Tapi, Edi, yang juga politisi Demokrat ini, menolak ide tersebut.

"Kalau ada masa lalu seperti itu, ke depan kita buang yang nggak benar itu, kita tinggalkan gito loh. Sampai hari ini steril kok kawan-kawan, nggak ada (itu deal-dealan). Kalau (mau) memantau, terserah. Itu kan bebas. Tapi jangan ditonjolkan kecurigaan-kecurigaan," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA