Politisi Demokrat Tak Mau Didikte Pansel KPK

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 23 Agustus 2011, 10:56 WIB
Politisi Demokrat Tak Mau Didikte Pansel KPK
RMOL. Panitia Seleksi Pimpinan KPK sah-sah saja membuat ranking terhadap delapan calon pimpinan KPK, yang namanya telah diserahkan ke DPR untuk menjalani fit and proper test.

Tapi diingatkan, hasil ranking Pansel itu tak bisa mendikte pilihan anggota DPR. Kata anggota Komisi III DPR Edy Ramli Sitanggang kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 23/8).

"Biasa saja mereka membuat ranking. Tapi kan nanti pada saat pemilihan itu one man one vote bagaimana penilaian anggota pada saat melakukan fit and proper test. Sebagai sebuah pijakan satu hal yang positf saja, tapi kan tidak bisa mendiktekan. Kalau menurut saya, karena Pansel menyerahkan delapan nama, yang delapan itu punya hak," katanya.

Dia menolak sikapnya disebut bertentangan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Karena menurutnya, pemerintah dalam hal ini Presiden hanya meneruskan hasil kerja Pansel Pimpinan KPK dan Presiden tidak bisa melakukan intervensi pada saat Pansel bekerja.

"Jadi itu hasil kerja Pansel," tandasnya.

Pansel Pimpinan KPK telah membuat ranking di antara ke delapan nama tersebut. Empat nama yang menduduki posisi teratas adalah Bambang Widjojanto, Yunus Hussein, Abdullah Hehamahua, dan Handoyo. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA