WAWANCARA

Ahmad Mubarok: Mungkin Kami Tidak Siapkan Pembela untuk Nazaruddin

Kamis, 11 Agustus 2011, 08:08 WIB
Ahmad Mubarok: Mungkin Kami Tidak Siapkan Pembela untuk Nazaruddin
Ahmad Mubarok
RMOL. Partai Demokrat tidak khawatir ada efek domino negatif atas tertangkapnya M Nazaruddin.

“Kami tidak takut apa pun im­plikasi dari penangkapan Na­zaruddin.  Tidak ada rasa kha­watir sedikitpun,” tegas anggota De­wan Pembina Partai De­mok­rat, Ahmad Mubarok, kepada Rakyat Merdeka, Selasa (9/8).

  Mubarok berharap, setelah ditangkap di Kolombia, semua tu­duhan yang dilontarkan Na­za­rud­din di berbagai media massa menjadi terang benderang.

Menurutnya, setelah Naza­ruddin ditangkap, nyanyiannya selama ini harus dibuktikan, apa­kah itu fakta atau fitnah.  “Silakan saja buka, kami ti­dak takut,” tan­das Ahmad Mu­barok.

Berikut kutipan selengkapnya;

Apa tanggapan Partai De­mok­rat setelah Nazaruddin d­itang­kap?
Alhamdulillah, tentu Partai De­mokrat senang sekali. Sebab, ke­benaran akan terungkap dan se­gala fitnah akan berakhir. Bagi ka­mi, sepahit apapun kebenaran itu akan membawa kebaikan. Se­baliknya, selogis apapun se­buah fitnah, pasti akan membawa ben­cana.

 Kenapa Partai Demokrat me­ra­sa senang, bukankah nanti Na­za­ruddin bisa buka-bukaan di KPK?
Langkah perbaikan internal sudah menjadi salah satu agenda Rakornas, seperti melakukan ber­sih-bersih internal dan perbaikan.

 Kedua hal itu bukan hanya dilakukan di tingkat pusat partai. Tapi tiap daerah melalui me­ka­nisme organisasi. Untuk itu, lang­kah yang sudah kami sepakati, tidak emosional merespons pen­dapat para pengamat.

Apa Partai Demokrat akan melakukan advokasi?
Kemungkinan besar kami tidak akan memberikan advokasi. Ti­dak menyiapkan pembela bagi Nazaruddin.

Saya berpendapat, biarkan saja kasusnya diurus KPK. Kalau partai mencampuri apalagi sampai memberikan advokasi, nanti dituduh macam-macam.

Kapan Anda mendengar kabar penangkapan Nazaruddin?
Partai Demokrat mendengar penangkapannya sejak tanggal 8 Agustus. Kalo saya sendiri tahu posisi Nazaruddin sejaki  Kamis, 4 Agustus, diberitahu oleh se­se­orang yang datang mengunjungi saya di rumah. Secara spiritual, dia mengetahui keberadaan Na­za­rud­din di Cartagena, tetapi tidak me­nyebutkan nama negaranya.

Orang itu sempat meminta dipertemukan dengan Pak SBY untuk melapor. Sebab, bila tidak se­gera ditangkap, empat hari lagi ke­beradaan Nazaruddin akan pin­dah ke tempat lain. Tetapi orang tersebut tidak sempat bertemu de­ngan Pak SBY, karena pada ma­lam itu, Pak SBY tidak bisa ditemui.

 Apa Anda saat itu percaya atas informasi tersebut?
 Antara percaya dan nggak per­caya.

Anda melaporkan ke pihak Kepolisian?
Saya tidak melaporkan kepada pihak Kepolisian.  Sebab, me­re­ka su­dah  mengadakan kerja sa­ma dengan pihak Interpol. Sa­ya ya­­kin atas kinerja pihak ber­we­nang dalam menangkap Na­za­rud­din, ma­ka saya biarkan saja la­poran itu. Tapi terbukti kan, se­karang Na­zaruddin sudah ditangkap.   [rm]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA