Pengamat politik Adi Prayitno menilai suhu politik bergerak lebih cepat dari perkiraan. Menurutnya, wacana Pilpres 2029 yang sudah mencuat sejak awal 2026 menunjukkan tahun politik datang terlampau cepat.
“Mestinya tahun 2028 baru mulai agak panas situasi politik, nyatanya awal tahun 2026 sudah bicara tentang pemilu,” kata Adi Prayitno lewat kanal Youtube miliknya, Kamis, 12 Februari 2026.
Menariknya, hingga kini belum ada satu pun partai politik yang secara terbuka menyebut pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode. Dukungan yang mengemuka masih sebatas Prabowo sebagai calon presiden.
Di tengah derasnya arus dukungan tersebut, sosok calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo pada 2029 masih menjadi teka-teki. Partai Amanat Nasional (PAN) secara terbuka menyodorkan nama Ketua Umumnya, Zulkifli Hasan, sebagai figur yang layak mendampingi Prabowo.
Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum menyebut nama secara eksplisit. Namun publik menilai PKB masih berkeinginan menjagokan Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Adi menilai, pada akhirnya keputusan tetap berada di tangan Prabowo sebagai figur sentral koalisi. Jika Prabowo sudah menentukan pilihan, partai-partai pendukung diyakini akan mengikuti.
“Kalau sudah Pak Prabowo yang berkehendak dan menginginkan dialah sosok yang dianggap sebagai calon wakil presiden maka saya kira partai-partai koalisi ini akan terus solid dan tegak lurus,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: