Syahganda Cs Titipkan Dua Pesan untuk Dubes Norwegia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 27 Juli 2011, 09:57 WIB
Syahganda Cs Titipkan Dua Pesan untuk Dubes Norwegia
syahganda nainggolan/ist
RMOL. Massa dari Pemuda Muhammadiyah, Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia 98, dan Sabang-Merauke Circle akan menggelar aksi simpatik di depan Kedutaan Norwegia di Menara Rajawali, Mega Kuningan, Jakarta Selatan pagi ini.

Aksi simpatik ini merupakan respons atas peledakan bom di ibukota Norwegia, Oslo, dan penembakan brutal di Pulau Utoya, Norwegia, Jumat pekan lalu. Dalam aksi solidaritas ini ada dua pesan yang akan disampaikan oleh pengunjuk rasa.

"Pertama kita ingin menujukkan simpati. Karena ini masalah kemanusiaan, human tragedy. Kita menunjukkan condolence, rasa simpati dan duka cita kepada korban dan familinya, bahwa ini adalah persoalan kemanusiaan dan kita dimana pun berada turut berduka cita," kata Dewan Pembina PPMI 98, Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.

Kedua, masih kata Syahganda, kelompok buruh dari PPMI 98, ikut bersimpati dengan kaum buruh migran muslim di Norwegia. Karena, kata Syahganda, keberadaan migran muslim ini lah yang menjadi alasan Anders Behring Breivik, dalang pemboman dan penyerangan, ini untuk membunuhi pemuda-pemuda dan kaum remaja Norwegia yang sedang ikut camping di Pulau Utoya, yang digelar Partai Buruh.

"Karena kaum (partai buruh) buruh dianggap (Anders Behring Breivik) toleran dengan kaum muslim," bebernya.

Keberadaan Anders Behring Breivik, yang merupakan bagian dari kelompok ultra nasionalis memang saat ini sedang menggejala di dataran Eropa. Kelompok ultra nasionalis semacam Anders Behring Breivik meminta adanya pemurnian bangsa-bangsa yang meninggali sebuah bangsa.

"Nation state itu artinya bangsa-bangsa yang bersangkutan lah yang menduduki daerahnya. Mereka tidak suka dengan imgran muslim. Tapi sejarah kan tidak bisa diputar lagi. Dimana-mana ada kelompok multikulturalisme, multi agama dan multi etnis segala," ungkap Syahganda, Ketua Dewan SMC.

Keberadaan ultra nasionalis ini harus menjadi pemikiran masyarakat dunia. Karena itu menurutnya, perlu dipikirkan untuk membentuk satu tatanan dunia baru, yang menerima globalisasi. Karena ketergantungan antarmanusia saat ini tidak bisa terelakkan. "Mudah-mudahan. Karena surat audiensinya sudah diberikan," jawabnya saat ini ditanya apakah akan bertemu langsung dengan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia.  [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA