AMBANG BATAS PARLEMEN

Demokrat-Golkar-PDIP Diminta Tak Memaksakan Kehendak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 19 Juli 2011, 09:39 WIB
Demokrat-Golkar-PDIP Diminta Tak Memaksakan Kehendak
saleh husin/ist
RMOL. Sejauh ini hanya Partai Demokrat, Partai Golkar dan PDI Perjuangan yang ngotot untuk menaikkan angka ambang batas parlemen dari pemilihan umum sebelumnya, 2,5 persen.

Golkar dan PDI Perjuangan sama-sama bersepakat agar ambang batas dinaikkan menjadi 5 persen, sedangkan Demokrat empat persen. Sikap partai-partai besar ini tentu saja ditolak enam partai lainnya yang ada di DPR.

"Partai-partai besar itu janganlah terlalu memaksakan kehendak," kata Sekretaris Fraksi Hanura Saleh Husin kepada Rakyat Merdeka Online kemarin petang.

Di publik, alasan menaikkan angka ambang batas selalu dikatakan untuk menyederhanakan partai dan untuk memaksimalkan sistem presidensial. Tapi apakah ada alasan lain yang disembunyikan, Saleh mengaku tak mau tahu.

"Ya kita nggak tahu alasan mereka. Saya tidak mau masuk ke internal mereka. Tapi paling tidak, mereka juga harusnya tidak terlalu memaksakan kehendak," harap politisi muda ini.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menilai ambang batas untuk Pemilihan Umum 2014 mendatang cukup 3 persen. Karena itu dia mempertanyakan sikap ketiga partai besar tersebut.

"Mereka ini manja. Mereka ingin menang dengan gaya gratisan, takut bersaing. Apalagi Demokrat kan agak turun. PDIP gitu-gitu saja. Bisa-bisa suara ini akan terpolarisasi kepada partai lain. Makanya mereka berupaya, kalau pun terjadi pengurangan pemilih tapi nggak ke mana-mana. Ini yang dicari," tandas Ray. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA