Agenda yang paling mendesak saat ini adalah masalah perbatasan di Abyei dan Kordofan Selatan. Pasalnya kota Abyei dan Kordofan menyimpan cadangan minyak yang sangat besar bagi Sudan dan merupakan sumber perekonomian utama Sudan.
Pernyataan mengenai masalah perbatasan yang harus segera di selesaikan ini disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama, saat berpidato untuk mengakui secara resmi berdirinya negara Republik Sudan Selatan sebagai sebuah negara yang merdeka dan berdaulat. Meski demikian, Obama tetap menunjukan rasa bangga atas kemerdekaan Sudan Selatan karena bisa melambangkan harapan jutaan rakyat Sudan Selatan.
"Sebuah bendera telah berkibar di langit Juba ( ibukota Sudan Selatan) dan peta dunia telah berubah," ujar Obama saat menyampaikan ucapan Selamat atas terbentuknya Sudan Selatan, seperti di kutip
BBC (Minggu, 10/7).
Sementara itu, Presiden Sudan Omar Al-Bashir berharap dengan merdekanya Sudan Selatan maka Amerika Serikat akan mengakhiri sanksi ekonomi yang selama ini dijatuhkan kepada Sudan. Sayangnya harapan Bashir ini tidak ditanggapi oleh Obama dan hingga saat ini AS masih memasukkan Sudan sebagai negara penyokong terorisme dunia.
"Kami (Sudan) menyerukan kepada Presiden Barack Obama untuk memenuhi komitmennya untuk mengakhiri sanksi internasional untuk Sudan," ujar Bashir dalam pidato ucapan selamat untuk Sudan Selatan.
[yan]
BERITA TERKAIT: