Taoge Bunuh 30 Warga Jerman!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 11 Juni 2011, 17:28 WIB
Taoge Bunuh 30 Warga Jerman<i>!</i>
ilustrasi
RMOL. Pihak berwenang Jerman kini telah mengidentifikasi taoge yang ditanam penduduk lokal sebagai sumber wabah bakteri pembunuh E. coli yang telah menewaskan setidaknya 30 orang warganya. Para pejabat kesehatan Jerman sebelumnya percaya bahwa  bakteri E. coli itu dibawa oleh ketimun impor dari Spanyol, bukan taoge.

"Sumbernya tauge," ujar Kepala Pusat Pengendalian Penyakit Nasional Jerman, Reinhard Burger dalam konferensi pers mengenai wabah bakteri enterohaemorrhagic E. coli (EHEC) di Jerman Utara.

"Orang-orang yang makan taoge ternyata sembilan kali lebih mungkin mengalami diare berdarah atau gejala-gejala lain infeksi EHEC dibandingkan mereka yang tidak makan taoge," kata Burger seperti dilansir kantor berita AP, (Sabtu, 11/6).

Ditambahkan peneliti dari Robert Koch Institute itu, meskipun hasil tes atas sayuran taoge dari sebuah perkebunan di Lower Saxony, Jerman utara memang terbukti negatif, namun investigasi epidemiologi  terhadap pola wabah telah memberikan cukup bukti untuk menarik kesimpulan bahwa taoge merupakan sumber wabah tersebut.

Burger mengatakan, pihaknya kini telah mencabut larangan makan timun, tomat dan selada bagi masyarakat. Namun larangan memakan taoge tetap diberlakukan. [dem]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA