"Sumbernya tauge," ujar Kepala Pusat Pengendalian Penyakit Nasional Jerman, Reinhard Burger dalam konferensi pers mengenai wabah bakteri enterohaemorrhagic E. coli (EHEC) di Jerman Utara.
"Orang-orang yang makan taoge ternyata sembilan kali lebih mungkin mengalami diare berdarah atau gejala-gejala lain infeksi EHEC dibandingkan mereka yang tidak makan taoge," kata Burger seperti dilansir kantor berita AP, (Sabtu, 11/6).
Ditambahkan peneliti dari Robert Koch Institute itu, meskipun hasil tes atas sayuran taoge dari sebuah perkebunan di Lower Saxony, Jerman utara memang terbukti negatif, namun investigasi epidemiologi terhadap pola wabah telah memberikan cukup bukti untuk menarik kesimpulan bahwa taoge merupakan sumber wabah tersebut.
Burger mengatakan, pihaknya kini telah mencabut larangan makan timun, tomat dan selada bagi masyarakat. Namun larangan memakan taoge tetap diberlakukan.
[dem]
BERITA TERKAIT: