“Hasilnya tidak ada yang meÂlaporkan adanya penyusupan itu. Artinya, tidak ada orang NII berÂgabung ke Gerindra,’’ ujar Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi, keÂpada
Rakyat Merdeka, di JaÂkarta, kemarin.
Menurutnya, dengan ideologi partai yang kuat berdasarkan PanÂcasila tentu mampu menangkal pengaruh paham NII.
“Kalau orang NII bergabung ke partai ini, mereka pasti nggak beÂtah, sehingga keluar dengan senÂdiÂrinya. Sebab, visi-misi mereka tiÂdak bisa mengubah ideologi parÂtai yang sudah ada,†bebernya.
Suhardi mengungkapkan, GeÂrindra memiliki pemahaman bahÂwa Indonesia terdiri dari berbagai suku dan agama, sehingga paham keÂbangsaan dengan NKRI dan Pancasila merupakan hal mutlak demi mempertahankan keutuhan bangsa.
“Pendirian partai ini bukan unÂtuk membentuk negara Islam. Orang NII nggak bakal tertarik beÂrÂgabung dengan kami,’’ ucapnya.
Berikut kutipan selengkapnya:Kenapa Anda begitu yakin tiÂdak ada kader NII yang menyuÂsup ke Gerindra? Yakin dong. Kalau pahamnya tidak sesuai dengan Gerindra, pasti mereka terdepak dari partai ini. Dalam anggaran dasar partai suÂdah jelas dicantumkan soal paÂham kebangsaan berdasarkan PanÂcasila. Kami melakukan pengÂkaderan dan konsolidasi inÂternal soal paham ini.
Melihat itu, tidak ada orang yang masuk ke Gerindra dengan paham NII. Mereka nggak punya nyali. Sebab, sebelum masuk, meÂreka harus mengikuti angÂgarÂan dasar kita bahwa Gerindra adaÂlah partai yang berdasarkan Pancasila.
Namanya menyusup tentu orang itu tidak mengaku dari NII?Sudah kami cek, nggak ada orang NII bergabung ke GerinÂdra. Sejauh ini, saya tidak terima laÂporan tentang adanya penyusup ke Gerindra.
Bagaimana Gerindra menangÂkal paham itu?Lewat kaderisasi dengan melakukan pendidikan politik. KaÂmi punya penataran untuk tingÂkat kecamatan yang disebut praÂtama. Ada lagi pelatihan kader muda pada tingkat kabupaten. KeÂmudian ada lagi kader madya di tingkat provinsi. Sedangkan kader utama di tingkat nasional.
Di dalam penjenjangan dan pelatihan kader, ada indoktrinasi untuk visi dan misi. Selain itu, meÂyakinkan kader tentang perluÂnya negara Pancasila dan bukan berÂdasarkan agama. Itu memang ada dalam proses kaderisasi.
Yakin proses itu bisa menjamin Gerindra bersih dari paham NII?Ya dong. Kami akan terus melakukan evaluasi terhadap proÂses kaderisasi dan pelatihan. Kami ada proses testing evaluasi.
Di dalam kederisasi itu kan kita beri keyakinan untuk memegang visi-misi partai agar mereka tidak berubah haluan. Jadi, kalau meÂreka merasa tidak cocok, tentu keÂÂluar dengan sendirinya. Sebab, jelas sekali tujuan Partai Gerindra dan
action programnya adalah nasionalisme. Itu logikanya, bila ada kader kami yang berpaham NII, mereka akan keluar karena tidak cocok.
Kalau diadakan gerakan berÂsatu untuk menjaga keutuhan bangsa, apa Gerindra siap?Tentu siap dong. Kami akan berdiri paling depan untuk menÂjaga keutuhan bangsa ini. Sebab, terÂsirat jelas dalam anggaran daÂsar dan anggaran rumah tangga, visi dan misi serta program aksi kita, bahwa kami menjaga keÂdauÂlatan bangsa di bawah naungan Pancasila.
Menurut Anda bagaimana meÂnangkal NII ?Sebetulnya kalau negara ini mamÂpu membuat sejahtera dan makÂmur rakyatnya, tentu tidak ada kejadian yang aneh-aneh. KeÂmudian dilakukan penegakan huÂkum secara benar.
[RM]
BERITA TERKAIT: