Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Siti Zuhro, saat dimintai tanggapan atas apa yang dikatakan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustafa itu, tertawa. Meski, lantas setelah itu, dia meminta semua pihak untuk tidak saling menuding.
"Dalam hal
reshuffle, tidak perlu saling tuding dan menyalahkan, apalagi Presiden merasa ada yang yang menekan," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online (Minggu, 12/3).
Siti Zuhro memang termasuk bagian dari warga negara yang kebetulan seorang pengamat politik yang menilai pentingnya bagi SBY untuk merombak kabinet. Menurutnya, usul
reshuffle itu merupakan proses dari sebab akibat.
"Inikan sebab akibat. Publik, warga negara, mencoba merespons terhadap perkembangan politik kekinian dan melihat kinerja pemerintahan. Itu yang dilakukan warga negara atau publik, karena melihat kinerja pemerintahan yang belum optimal. Karena warga negara memberikan mandat," ungkapnya.
Dalam pandangannya, sejauh ini masih ada menteri yang belum mencerminkan
the right on the right place. Itulah alasan perlunya perombakan. Karena dari awal, Siti Zuhro mengidealkan kabinet kerja
"Jadi sudah saatnya Presiden melakukan evaluasi, menindaklanjuti evaluasi kerja kabinet yang tidak menggembirakan itu. Lalu mengesampaingkan hingat bingar politik. Makanya perlu memberikan
role model untuk pemilu tidak hanya perampingan partai politik, tapi juga koalisi ditata ulang, dibina," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: