PEPESAN KOSONG RESHUFFLE

Habis Politik Gertak Sambal, Terbitlah Politik Lempar Batu Sembunyi Tangan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 10 Maret 2011, 18:40 WIB
<i>Habis Politik Gertak Sambal, Terbitlah Politik Lempar Batu Sembunyi Tangan</i>
sby/ist
RMOL.Klarifikasi Oresiden seputar isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II selain membingungkan juga akan membuat kegaduhan baru di kalangan politisi.

"Baik masyarakat maupun politisi bingung karena Presiden (SBY) menegaskan tidak bisa dipaksa-paksa untuk reshuffle dan mengimbau semua pihak untuk berhenti menggoreng isu reshuffle. Presiden mengaku tak pernah menggagas reshuffle kabinet," tegas pengurus DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo petang ini (Kamis, 10/3).

Padahal, rakyat masih ingat bagaimana Presiden dengan wajah dan nada suara penuh emosi memberi isyarat untuk melakukan koreksi atas format koalis. Bahkan, kata anggota Komisi III DPR ini, Pesiden menegaskan ada satu-dua anggota koalisi yang tidak bisa menghormati kesepakatan akan ada sanksi. "Itulah isyarat Presiden tentang reshuffle," tegasnya.

Respon Presiden SBY itu dimaknai sebagai tindak lanjut dari desakan sejumlah kader dan petinggi Partai Demokrat (PD). Diingatkan, pasca usul hak angket pajak, kader Demokrat ramai-ramai menggoreng isu reshuffle, bahkan mendesak Presiden untuk mengganti menteri dari Golkar dan PKS.

"Bahkan ada petinggi Demokrat dengan yakin mengatakan SBY butuh waktu paling lama dua minggu untuk reshuffle. Jadi, Pernyataan Presiden tentang reshuffle membingungkan, mengingat Publik tahu yang mendesak dilakukannya perombakan kabinet adalah partainya sendiri yaitu Partai Demokrat," papar Bamsoet.

Dengan penjelasannya itu semua, Bamsoet menyimpulkan dengan nada menyindir: "Singkat kata: habis politik gertak sambal, terbitlah politik lempar batu sembunyi tangan." [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA