WAWANCARA

Teuku Faizasyah, Arab Saudi Sudah Berkomitmen Menindak Pelaku Penganiayaan

Sabtu, 20 November 2010, 07:58 WIB
Teuku Faizasyah, Arab Saudi Sudah Berkomitmen Menindak Pelaku Penganiayaan
Pemerintah percaya terhadap komitmen Arab Saudi untuk menindak pelaku penganiayaan terhadap Sumiati dan pembunuhan Kimkim Komalasari.

“Yang kita catat saat sekarang adalah komitmen pemerintah Arab Saudi untuk menindak pe­laku penganiayaan tersebut dengan jerat hukum di negara mereka,” ujar  Staf Khusus Pre­siden Bidang Hubungan Interna­sional, Teuku Faizasyah, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa sih yang sudah dilaku­kan pemerintah Indonesia ter­kait penganiayaan TKI di Arab Saudi?
Kasus Sumiati sudah ditangani oleh satu tim yang diinstruksikan Bapak Presiden.

Siapa yang memimpin tim ini?
Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Gumelar. Tim ini juga akan memastikan kesehatan Sumiati. Selain itu proses pen­dampingan hukum akan diberi­kan secara utuh.

Perkembangan kasusnya su­dah sejauh mana?
Pemerintah Arab Saudi telah menyampaikan satu statemen yang mengutuk tindakan keke­rasan terhadap Sumiati. Kemu­dian telah melakukan langkah-lang­kah hukum terhadap pelaku tin­dakan kekerasan tersebut.

Kapan diketahui hasilnya?
Saya rasa terlalu dini untuk merespons hal tersebut. Tapi yang bisa dipastikan adalah apa yang menjadi misi pemerintah saat ini sesuai dengan instruksi Bapak Presiden adalah bahwa aspek me­dis dari Sumiati, termasuk pe­nanga­nan masalah trauma yang dialaminya dapat segera dita­ngani secara baik.

Kita juga terus memonitor melalui perwakilan Indonesia di Jeddah tentang perkembangan kondisi kesehatan yang bersang­kutan. Di luar itu, apa yang bisa dipastikan terlalu cepat apabila kita bicara proses hukum dan kea­dilan. Karena  apa yang kita catat saat sekarang adalah komit­men pemerintah Arab Saudi untuk menindak pelaku penga­nia­yaan tersebut dengan jerat hukum di negara mereka.

Lantas bagaimana dengan ka­sus kematian yang menimpa TKI  Kimkim Komala­sari?
Pemerintah Indonesia melalui Bapak Presiden sudah jelas mem­berikan statemen, berangkat dari kasus tersebut melalui rapat ter­batas dengan para menteri untuk melihat masalah ketenagakerjaan kita secara komprehensif.

Kalau kita melakukan konteks utuh pemasalahan memang di­bandingkan dengan jumlah te­naga kerja kita di luar negeri lebih dari 3 juta yang terdaftar atau mela­porkan diri ke perwa­kilan. Kasus-kasus yang me­nimpa te­naga kerja kita dalam per­­sen­tasenya sebenarnya 0,1 persen dari seluruh tenaga kerja kita.

Sekalipun angka ini terbilang kecil, tapi bukan berarti pemerin­tah tidak memberi perhatian kepada hal tersebut. Dengan ka­sus ini justru diupayakan perbai­kan ke depan, yakni bagaimana langkah-langkah praktis yang bisa diupayakan melalui koordi­nasi antara pemerintah pusat dan perwakilan kita di luar negeri.

Apa pemerintah Indonesia te­lah meminta agar hukuman di­berikan seberat-beratnya bagi majikan tersebut?
Itu baru verifikasi. Tapi kita sudah menugaskan perwakilan kita di Timur Tengah untuk mela­kukan verifikasi ter­hadap kasus tersebut. Kita lihat saja nanti hasil verifikasi tersebut.

Dengan ada­nya kejadian-ke­ja­dian ini, apa mungkin meng­hen­tikan sementara pengiriman TKI ke Arab Saudi?
Itu hal-hal yang pada waktu­nya akan dibicarakan oleh pe­mangku kepentingan. Yang bisa dipasti­kan adalah secara garis besar para TKI kita dalam men­cari nafkah di luar negeri itu ber­jalan dengan baik. Katakanlah ada kasus-kasus yang memang dialami, tapi itu suatu hal yang ditanggapi secara serius dan ditangani secara mak­simal oleh pemerintah.

Apakah sudah ada nota ke­se­pahaman dengan Arab Saudi agar memperhatikan para TKI?
Sampai saat ini mengenai suatu memorandum masih dirunding­kan antara kedua pemerintahan. Tapi pemerintah Arab Saudi su­dah berkomitmen akan mengin­formasikan mengenai perkem­bangan kasus ini kepada peme­rintah Indonesia melalui perwa­kilan kita di luar negeri.

Kapan hasilnya diketahui?
Ini kan masih ditangani peme­rin­tah Arab Saudi. Itu kan masih  awal. Kita tunggu saja dulu hasil investigasi mereka.   [RM]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA