Menurut saya, itu karena potensi insting bertarung di sebagian warga terbendung. Saya usul, sebaiknya diadakan kompetisi tarung bebas secara
fair dan jantan, satu lawan satu, difasilitasi oleh, mungkin Kemenegpora. Fair, yang punya kemampuan bela diri dengan yang setingkat. Atau, bila kedunya sepakat dan menandatangani surat pernyataan, silakan tarung.
Bagi warga yang masih tawuran, mereka harus ditangkap, dan diadu satu lawan satu disini. Tangan kosong. Baik yang pelajar, warga biasa, silakan. Bukan di jalanan, keroyokan dan menyusahkan warga yang lain. Terimakasih.
Dendi Suhendar, Lenteng Agung, Jakarta Selatan
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: