Bukan sok moralis, tapi mayoritas bangsa ini adalah masyarakat beragama. Pelacuran harus dibersihkan. Termasuk yang juga sudah menjadi rahasia umum dengan berkedok panti-panti pijat atau karaoke.
New Zealand saja, negara yang melegalkan pelacuran, nyaris 50 persen warganya sebenarnya menentang pelacuran. Namun karena voting saat menentukan legal tidaknya pelacuran mereka kalah suara hanya sekitar satu persen, pelacuran akhirnya dilegalkan di sana.
Jangan sampai demokrasi ditunggangi, dimanfaatkan mereka yang punya niat jahat menghancurkan moral bangsa, dengan menuding anti pelacuran adalah juga anti demokrasi. Ini pengambing-hitaman demokrasi. Demokrasi bukan asal voting, mayoritas, lalu menang.
Oknum aparat jangan kongkalikong dengan germo dong, begitu operasi, ditahan sebentar, lalu nego dan dilepas lagi. DPRD tolong bikin hukuman yang berat bagi pelacur dan germo dan semua yang terlibat. Terimakasih
Okta Ramadhan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan
BERITA TERKAIT: