Setelah kejadian saya bingung, karena saat mau mengadukan kepada siapa. Setelah saya amati, di sekitar ATM tersebut ternyata tidak ada petugas keamanan ataupun Satpam.
Saya pun langsung menelepon
Customer Service (CS) BCA. Namun dari jawaban yang diberikan, tidak memberikan solusi. Justru saya kecewa dengan pelayanan CS tersebut. Yang lebih mengesalkan lagi, ketika saya menanyakan keluhan lewat nomor telepon CS BCA itu, saya terkena pulsa, sampai habis pulsa di HP saya.
Ketika saya mencoba menghubungi lagi nomor tersebut, nomor yang saya hubungi sering mati. Ketika ditelepon kembali, CS tadi malah kembali mengulangi pertanyaan yang sudah pernah diajukan sebelumnya, seperti verifikasi data nama, alamat, nama ibu kandung dan sebagainya. Ternyata saya baru tahu, nomor yang saya hubungi itu adalan nomor palsu. Hal itu saya ketahui ketika saya cek kembali keesokan harinya di ATM tersebut, stiker Halo BCA yang ada nomornya itu sudah hilang.
Kemudian, pada Sabtu, 9 Oktober 2010, setelah kejadian tersebut, saya mengadukan kejadian ini ke BCA di daerah Pondok Indah Mall (PIM). Tapi lagi-lagi jawaban yang sama saya terima. Hanya permintaan maaf dan ucapan simpati yang saya dapatkan, tanpa ada upaya lain untuk mengusahakan mengusut kasus saya. Mereka juga tak memberikan jaminan kepada agar duit saya bisa kembali.
Saya ingin menekankan dan membagi pengalaman saya kepada semua yang memiliki tabungan di ATM agar berhati-hati. Saya menyarankan agar pihak BCA bisa lebih ketat memantau setiap ATM yang dimilikinya, agar kasus penipuan atas nama Halo BCA tidak terulang lagi.
Selain itu, kepada pihak pengelola perbelanjaan maupun lokasi lainya, serta pihak bank terkait agar menyediakan petugas keamanan untuk memberikan keamanan bagi nasabah yang hendak menarik dananya melalui ATM. Karena dengan adanya petugas, bisa memberikan efek kepada pihak yang ingin berbuat jahat.
Katanya tingkat keamanan di setiap ATM sudah ditingkatkan, tapi kok nggak terbukti? Justru yang ada malah merugikan nasabah. Saya berharap BCA memperbaiki pelayanannya.
Virna Adeputri Siregar, Kosambi, Jakarta Barat [email protected]
BERITA TERKAIT: