Menurut Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni, upaya bersama diperlukan agar kondisi tersebut dapat terus dijaga hingga Karhutla benar-benar terkendali. Masyarakat pun diminta mempercayai upaya pemerintah dalam menghadapi ancaman kebakaran.
“Saya kira kita optimistis di bawah kepemimpinan Pak Gubernur, Pak Kapolda, Pak Kajati, Pak Pangdam, Pak Danrem, Manggala Agni, BNPB, BPBD, MPA, dan tentu partisipasi masyarakat,” ujarnya usai rapat koordinasi penanganan karhutla di Palembang, dikutip Rabu, 16 September 2026.
Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak tersebut diharapkan mampu menjaga angka Karhutla terus menurun. Targetnya, bukan hanya hotspot yang turun, tetapi juga titik api dapat ditekan hingga mencapai nol.
“Kita berharap ini bisa terus kita jaga, terus kita kolaborasikan, sehingga angka karhutla ini terus menurun dan kemudian mudah-mudahan bisa menjadi zero, baik hotspot maupun fire spot,” katanya.
Menhut juga mengingatkan kondisi Karhutla masih perlu diwaspadai. Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikannya, fenomena El Nino masih berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November, sebelum memasuki periode ketika hujan alami mulai turun.
Karena itu, seluruh pihak diminta disiplin mencegah munculnya titik api, termasuk tidak membuka lahan atau kebun dengan cara membakar. Imbauan ini berlaku bagi masyarakat maupun korporasi.
BERITA TERKAIT: