“Secara rasional, secara substantif alasan Purbaya diganti tentu banyak faktor. Misalnya ada klaim pertumbuhan ekonomi naik secara signifikan atau pertumbuhan ekonomi itu positif, itu kan statement yang disampaikan oleh pemerintah melalui menterinya. Tapi pada saat bersamaan daya beli masyarakat itu semakin menurun,” kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Selasa, 15 September 2026.
Ia juga menyoroti akses masyarakat terhadap lapangan pekerjaan yang dinilai masih menjadi persoalan. Kondisi tersebut, menurut Adi, menjadi catatan penting karena Menteri Keuangan memiliki tanggung jawab besar terhadap pengelolaan keuangan negara.
“Jadi wajar hal-hal seperti ini menjadi faktor penting bahwa Menteri Keuangan punya tanggung jawab besar dengan situasi keuangan yang ada di negara kita,” ujarnya.
Selain itu, Adi menilai nilai tukar rupiah yang belum menunjukkan penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat turut menjadi catatan negatif bagi kinerja Purbaya.
“Itu tentu menjadi catatan yang sifatnya minus,” tegas Direktur Parameter Politik Indonesia itu.
Adi juga mengingat kembali optimisme Purbaya sebelum menjabat Menteri Keuangan. Menurutnya, Purbaya sebelumnya kerap menyampaikan optimisme mengenai prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Purbaya yang dalam banyak hal kalau dulu kita dengarkan pidato politiknya, ceramah politiknya, penuh dengan optimisme. Dia sebut gampanglah kalau sekadar pertumbuhan ekonomi di Indonesia 6 persen di depan mata, 7 persen itu tinggal menghitung waktu dan seterusnya,” tuturnya.
Namun, setelah Purbaya dilantik menggantikan Sri Mulyani, ekspektasi tersebut dinilai belum sepenuhnya terwujud. Adi menyebut sejumlah persoalan ekonomi masih belum terselesaikan sesuai dengan optimisme yang pernah disampaikan.
Adi juga menyoroti peningkatan utang negara serta persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Utang kita terus bertambah dan program strategis misalnya MBG itu yang justru telah melahirkan sejumlah praktik korupsi. Dan itulah yang kemudian menjadi catatan kritis kenapa kinerja Menteri Keuangan itu dinilai punya rapor merah dan sangat layak untuk diganti dengan yang baru, yaitu Suahasil Nazara,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: