Menurut Sobary, ungkapan Jokowi tersebut seharusnya diutarakan untuk dirinya sendiri. Sebab menurutnya, selama ini Jokowi sudah menzalimi rakyat Indonesia.
"Kuat kau melakukan omonganmu itu? Kamu sakti jangan
mateni orang," kata Sobary, dikutip dari Podcast Madilog Forum Keadilan, Sabtu 5 September 2026.
Sobary menekankan bahwa selama berkuasa, Jokowi sudah banyak menzalimi banyak orang.
"Berapa wartawan yang kau kirim ke penjara? Aktivis-aktivis berapa yang kau kirim ke penjara? Apa itu tidak
Mateni orang," sentil Sobary.
Sobary lalu menyinggung dua aktivis, Dokter Tifauzia Tyasuma (dr. Tifa) dan Roy Suryo yang harus berurusan dengan aparat penegak hukum gara-gara menggugat keabasahan ijazah S1 Jokowi.
"Masih kuat kau mau ngomong seperti itu," tanya Sobary.
Sebelumnya, Joko Widodo mengingatkan para pemegang kekuasaan agar tidak menggunakan jabatan untuk menyakiti atau menjatuhkan orang lain.
Jokowi mengutip petuah Jawa,
“Lamun siro sekti, ojo mateni”, yang dimaknainya sebagai pesan agar kekuatan tidak digunakan secara sewenang-wenang.
Menurutnya, kekuasaan dan jabatan hanya bersifat sementara sehingga harus dijalankan dengan bijaksana.
“Kekuasaan itu hanya sementara. Kekuasaan itu hanya sak detik. Jabatan itu hanya sampiran," kata Jokowi.
BERITA TERKAIT: