Terkait hal itu, Anggota Komisi V DPR Fraksi Partai NasDem, Erna Sari Dewi mempertanyakan bagaimana program transformasi digital desa dapat berjalan tanpa dukungan anggaran untuk kebutuhan teknologi dan informasi.
"Sudah, henti saja kalau ini tidak didanai. Tidak usah kita omong-omong soal transformasi digital desa, Pak. Didanai saja enggak," tegas Erna di Kompleks Parlemen, Kamis, 3 September 2026.
Ia menilai ketidaksesuaian antara program dan anggaran menunjukkan penyusunan RKA belum mendukung target pembangunan Indonesia dari desa.
"Saya merasa bahwa penyusunan RKA ini enggak
match dengan bagaimana kita mau membangun Indonesia dari desa. Jadi, saya agak terganggu dengan hal-hal seperti ini," kata Erna.
Selain anggaran transformasi digital, Erna menyoroti minimnya dukungan anggaran untuk fungsi pengawasan program di Kementerian Desa.
Menurutnya, pengawasan tidak cukup hanya menyangkut pemeriksaan administratif, tetapi harus memastikan akuntabilitas dan keberhasilan program di lapangan.
"Ini bukan bicara administratif. Pengawasan ini berbicara soal
clear accountability dan bagaimana ini bisa berhasil," pungkas Erna.
BERITA TERKAIT: