Siti Zuhro:

Demokrasi Era SBY Kini Terasa Luar Biasa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Selasa, 01 September 2026, 21:10 WIB
Demokrasi Era SBY Kini Terasa Luar Biasa
Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Siti Zuhro (ketiga dari kanan). (Foto: Istimewa)
Kecil Besar
rmol news logo Keberhasilan menjaga demokrasi selama pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2004-2014 kini dinilai sebagai warisan penting yang harus dijaga Partai Demokrat.

Memasuki usia 25 tahun, Partai Demokrat dianggap memiliki tanggung jawab untuk memastikan pilar-pilar demokrasi tetap berjalan optimal di tengah dinamika politik Indonesia.

Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Siti Zuhro mengatakan, pengalaman pemerintahan SBY menunjukkan bahwa stabilitas politik dan demokrasi bukan dua hal yang harus dipertentangkan. 

Menurutnya, stabilitas dapat dibangun bersamaan dengan penghormatan terhadap netralitas instrumen negara serta disiplin dalam menjalankan demokrasi.

"Dulu kita pikir itu hal biasa. Sekarang terasa luar biasa. Incredible,” ujar Siti Zuhro dalam keterangannya, dikutip Selasa, 1 September 2026.

Alumnus Curtin University, Australia itu juga menilai Indonesia perlu melakukan evaluasi serius terhadap sistem politik dan tata kelola pemerintahan yang telah berjalan lebih dari dua dekade sejak Reformasi.

Salah satu aspek yang perlu dikaji, kata Siti Zuhro, adalah efektivitas desentralisasi dan multi-level governance dalam menghasilkan pemerintahan yang efektif serta benar-benar melayani masyarakat.

“Multi-level governance melalui sistem desentralisasi perlu kita kaji kembali kualitas dan efektivitasnya,” kata Siti Zuhro.

Peneliti Utama Ilmu Politik BRIN itu menegaskan, evaluasi tersebut bukan berarti membalikkan arah reformasi. Sebaliknya, evaluasi diperlukan untuk memastikan desain kelembagaan demokrasi mampu menjawab perubahan zaman.

Setelah lebih dari seperempat abad reformasi, demokrasi Indonesia dinilai perlu bergerak dari sekadar keberhasilan membangun prosedur dan institusi menuju peningkatan kualitas pemerintahan serta efektivitas pelayanan kepada masyarakat.

Acara Sarasehan 25 Tahun Partai Demokrat ini dihadiri Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanegara, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron, Bendahara Umum Irwan Fecho, para anggota DPR RI, dan sejumlah undangan lainnya.

Sarasehan HUT partai berlambang mercy itu dimoderatori Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat Ahmad Khoirul Umam.

Sejumlah pakar turut hadir sebagai pembicara, di antaranya Prof Greg Barton, Prof Burhanuddin Muhtadi, Yenny Wahid, Prof Hermanto Siregar, Prof Siti Zuhro, dan Prof Hikmahanto Juwana. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA