Forum strategis ini mempertemukan Serikat Petani Indonesia (SPI), Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Aliansi Petani Indonesia (API), Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI), Indonesian Human Right Committee for Social Justice (IHSC), dan Sawit Watch.
Dalam sambutannya, Ferry menekankan pentingnya Konferensi Nasional Perkebunan Rakyat II sebagai pijakan utama dalam melahirkan rekomendasi nyata untuk mempercepat pembentukan badan usaha koperasi serta meretas jalan hilirisasi perkebunan rakyat.
"Besar harapannya Konferensi Nasional Perkebunan Rakyat yang kedua ini bisa menjadi dasar kita untuk melakukan langkah percepatan modernisasi dan hilirisasi perkebunan rakyat," ujar Menkop.
Ferry lantas memaparkan adanya ketimpangan yang masih membayangi tata kelola industri kelapa sawit nasional.
"Melalui forum ini, koperasi yang punya kebun sawit kita dorong untuk tidak berhenti di pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) saja, tetapi juga memiliki pabrik Crude Palm Oil (CPO) sendiri," tegas Menkop.
?Konferensi Nasional Perkebunan Rakyat II ini dijadwalkan berlangsung dengan menghadirkan perwakilan dari Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Bappenas, serta Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi untuk merumuskan rekomendasi kebijakan bersama.
BERITA TERKAIT: