Hal itu ditegaskan Ketua DPR Puan Maharani dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Khusus dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 1 September 2026.
"DPR terbuka terhadap masukan, kritik dari berbagai kalangan masyarakat," kata Puan.
Puan mengatakan, DPR menyadari masih terdapat banyak ruang untuk berbenah dan meningkatkan kualitas pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, pengawasan, serta diplomasi parlemen.
Menurutnya, kritik dari masyarakat tidak semestinya dipandang sebagai bentuk jarak antara rakyat dan DPR.
"Kritikan merupakan bagian dari hubungan demokratis yang menjaga DPR tetap dekat dengan aspirasi dan kenyataan hidup rakyat," ujar Puan.
Puan menegaskan, DPR akan menjadikan setiap kritik dan masukan sebagai pendorong untuk memperbaiki diri.
Puan juga menekankan bahwa kinerja DPR pada tahun sidang 2025-2026 tidak cukup hanya dinilai dari banyaknya undang-undang yang dibentuk, jumlah rapat yang dilaksanakan, maupun besarnya anggaran negara yang dibahas dan disetujui.
Menurut Puan, ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana seluruh kerja DPR dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kinerja DPR sebagai wakil rakyat pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak yang dikerjakan, akan tetapi seberapa berarti hasil kerja DPR bagi kehidupan rakyat," kata Puan.
Legislator PDIP itu menambahkan, kerja DPR harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat, serta mendukung kemajuan pembangunan di berbagai bidang.
Dengan begitu, Puan menilai hasil kerja DPR tidak semata-mata dapat dilihat dari capaian kuantitatif, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
BERITA TERKAIT: