Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal menilai potongan video Budi Arie Setiadi di samping Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi, yang viral hari ini sudah dirancang secara matang.
"Bukan mustahil potongan video Budi Arie itu sudah sepengetahuan Jokowi pula," kata Erizal, dikutip Rabu 26 Agustus 2026.
Apabila nanti diperlukan, kata Erizal, bisa jadi video utuhnya akan dibuka, yang menggambarkan bahwa mereka bukan sedang merencanakan sesuatu, tapi malah mengantisipasi sesuatu.
"Tapi, saat ini masih terlalu awal untuk membuka video rekaman itu secara utuh," kata Erizal.
Erizal menduga ada tiga motif apabila benar video rekaman Budi Arie Setiadi itu sengaja dibocorkan.
Pertama, untuk pengalihan isu, terutama sayembara ijazah SMA Wapres Gibran Rakabuming Raka, yang dilancarkan oleh Denny Indrayana, yang semakin mendapat sambutan luas.
"Isu ini perlu dipecah dengan memunculkan isu baru, yang lebih panas, menjelang demo masyarakat Pati, 27 Agustus 2026," kata Erizal.
Kedua, kata Erizal, untuk
bargaining (tawar-menawar) politik dengan pihak tertentu (Istana) terkait politik Gibran dan Jokowi di masa depan.
"Ini adalah saat yang tepat, di mana tingkat ketidakpuasan masyarakat terus menurun terhadap pemerintahan. Presiden Prabowo saat ini butuh penopang, bukan lagi penentang," kata Erizal.
Ketiga, lanjut Erizal, seperti kasus-kasus lainnya, agar Jokowi terus dibicarakan. Sebab, semakin terus dibicarakan, semakin sering tampil, maka dianggap politik Jokowi dan relawannya, akan semakin relevan dan dibutuhkan masyarakat.
"Bukan mustahil, ini juga pra-kondisi untuk berkunjung ke daerah lain, setelah sebelumnya ke Lampung dan NTT, agar ditunggu-tunggu kehadirannya di daerah berikutnya," pungkas Erizal.
BERITA TERKAIT: