Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura, Patrice Rio Capella mengatakan, Gen Z memiliki pengaruh besar dalam menentukan preferensi politik di Tanah Air. Sebab itu, Hanura akan mengangkat isu yang berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda.
"Pada Pemilu 2029 nanti, jumlah pemilih pemula dan Gen Z sangat besar. Mereka adalah orang-orang berpengetahuan yang akan mempertimbangkan untuk siapa atau partai apa yang akan dipilih," ujar Rio di sela kegiatan Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force DPC Hanura se-Provinsi Kalimantan Timur di Hotel Platinum, Balikpapan, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Ketua Task Force Hanura itu menguraikan tentang isu yang akan digunakan untuk menarik simpati dan dukungan pemilih Gen Z di Pemilu mendatang. Di antaranya, urai Rio, Hanura akan mengusung isu lapangan kerja dan pendidikan.
"Hanura fokus pada isu yang berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda. Salah satunya, memperluas peluang kerja. Ke depan, pasar kerja di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, bisa terbuka lebar untuk Gen Z," jelas dia.
Selain lapangan kerja, lanjut Rio, Hanura juga mendorong kebijakan pendidikan yang terkoneksi dengan kebutuhan dunia kerja. "Jangan sampai, pendidikan hanya menciptakan pengangguran-pengangguran baru. Ketika selesai kuliah, tidak tahu harus ke mana," tegasnya.
Rio menambahkan, generasi muda merupakan kekuatan, bahkan menjadi salah satu pilar dari kemajuan bangsa dan negara. Karenanya, Hanura akan terus merangkul dan berjuang bersama para pemuda, untuk membangun masa depan Indonesia.
"Kalau generasi mudanya kuat, maka kuatlah negeri ini. Kalau generasi muda mendapatkan tempat yang cukup untuk membangun dan terlibat dalam proses pembangunan di negeri ini, maka negeri ini akan maju," tuturnya.
Rio mengungkapkan, keterlibatan anak muda dalam struktur kepengurusan Hanura di seluruh tingkatan, terus meningkat. Berdasarkan konsolidasi yang dilakukan pihaknya di sejumlah daerah, sebanyak 31 persen pengurus berasal kalangan muda.
Hanura, lanjut dia, tak sekadar memberi ruang dan peran, tapi juga posisi strategis dalam struktur kepengurusan bagi para generasi muda. Saat ini, sejumlah elite Dewan Pimpinan (DPC) atau pengurus tingkat kabupaten dan kota di berbagai wilayah, berasal dari kalangan muda.
"Mereka yang saat ini menempati posisi strategis dalam struktur kepengurusan di berbagai tingkatan, bukan sekadar muda secara usia. Mereka punya semangat, punya potensi, dan memahami visi Hanura," pungkasnya.
Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force DPC Hanura se-Provinsi Kalimantan Timur turut dihadiri Sekretaris Task Force, Hanurani Prajanto; Bendahara Task Force, Indah Sri Rezeki; serta dua anggota Task Force, Yossie Indra Pramana dan Ratna Ester Lumban Tobing.
Kegiatan tersebut juga dihadiri dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Kaltim, Marsidik, serta jajaran DPD dan DPC Hanura se-Provinsi Kaltim.
BERITA TERKAIT: