Pesan itu disampaikan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam sambutannya sebagai Inspektur Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pelataran Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin 17 Agustus 2026.
Dalam amanatnya, Megawati menyoroti ketahanan nasional negara lain, salah satunya Iran, yang dinilai mampu bertahan dari tekanan kekuatan superpower dunia karena kedisiplinan dan soliditas rakyatnya.
"Coba kalau kalian mau tahu politik, yang namanya geopolitik. Pertanyaannya, Amerika yang katanya negara superpower menurut saya kok sampai hari ini tidak bisa mengalahkan Iran? Coba pikir dengan pikiran politik. Ayo kenapa? Itu bukan hanya karena uang, tapi apa? Persatuan bangsa Iran itu luar biasa! Coba bayangkan tidak terpecah belah," kata Megawati.
Ketua Umum PDIP itu menambahkan, sejarah mencatat ketahanan suatu bangsa sangat bergantung pada prinsip gotong royong dan ikatan persatuan internal yang tidak mudah digoyahkan oleh intervensi luar.
"Iran itu saya baca sejarahnya, sebuah negara hampir ribuan tahun tidak pernah terkalahkan. Kenapa? Karena rakyatnya bergotong-royong bersatu padu menjadi satu," tegasnya.
Lebih lanjut, Megawati meluruskan pandangan umum bahwa kekuatan suatu negara ditentukan oleh materi.
Menurutnya, ketahanan Iran dari tekanan AS terbukti bukan karena faktor finansial semata, melainkan persatuan rakyatnya yang utuh.
Selain dari kawasan Asia dan Timur Tengah, ia juga meminta masyarakat meneladani disiplin dan
fighting spirit negara-negara Eropa yang konsisten menjadikan pendidikan serta kesehatan rakyat sebagai fondasi utama penguasaan ilmu pengetahuan.
"Kita mestinya seperti itu! Kalau akan mulai ada orang yang mengambil namanya daerah kita, apakah kita akan biarkan saja? Kita ini harusnya bersatu padu, tetap, tetap, tetap menjadi yang namanya Indonesia bisa abadi," ujar Megawati.
Lebih jauh, Megawati meyakini kedaulatan suatu bangsa pada akhirnya ditentukan oleh keberanian meletakkan nasib di tangan sendiri serta penguasaan ilmu pengetahuan, riset, dan teknologi.
Ia mencontohkan berbagai negara seperti Tiongkok, Jepang, Jerman, hingga Korea Selatan yang mampu berdiri tegak karena mengedepankan kedaulatan ekonomi dan penguasaan teknologi.
BERITA TERKAIT: