Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, undangan tersebut merupakan kehormatan bagi para periset karena Presiden ingin melihat secara langsung perkembangan inovasi yang telah dihasilkan BRIN.
"Ya kami merasa terhormat dari BRIN karena para peneliti diundang ke istana untuk berdialog dengan bapak presiden. Ya, sekaligus mendapat arahan dari Bapak Presiden karena memang beberapa kali kami melakukan presentasi temuan-temuan BRIN yang bisa digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan bangsa," ujarnya kepada awak media saat tiba di Istana.
Dalam kesempatan itu, BRIN akan memamerkan 150 hingga 200 produk inovasi yang telah dikurasi dan dikelompokkan ke dalam 12 klaster riset.
Produk-produk tersebut mencakup bidang pangan, energi, kesehatan, transportasi, perumahan, antariksa, penerbangan, nuklir, logam tanah jarang, hingga teknologi pendukung kampung nelayan dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Presiden juga dijadwalkan berkeliling melihat langsung pameran inovasi dan berdialog dengan para peneliti di setiap klaster.
Salah satu inovasi yang menjadi andalan BRIN adalah teknologi Absorbed Natural Gas (ANG) yang dinilai memiliki prospek besar untuk mendukung transisi energi nasional.
"Karena memang ada produk potensial yang memang belum bisa masuk pasar tapi ini punya prospek yang bagus. Seperti produk-produk untuk apa namanya ANG atau Absorbed Natural Gas ya yang itu bisa menjadi salah satu poin untuk revolusi energi di Indonesia," jelas Arif.
Selain sektor energi, BRIN juga akan memperkenalkan inovasi di bidang pangan, termasuk varietas padi biosalin yang mampu tumbuh di lahan berkadar garam tinggi, serta berbagai teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas nasional.
Menurut Arif, percepatan produksi benih hasil riset BRIN terus dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pertanian agar dapat segera dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
Arif menegaskan, seluruh peneliti menyambut antusias kesempatan bertemu langsung dengan Presiden.
Dia juga menekankan bahwa komitmen pemerintah terhadap penguatan riset menjadi penyemangat bagi para peneliti untuk terus melahirkan inovasi.
"Yang jelas kami sangat mengingat pesan dari Bapak Presiden bahwa penguasaan teknologi itu adalah martabat bangsa. Ini yang beliau sering kali sampaikan dan itu kami semakin bersemangat untuk bisa melakukan riset, untuk menghasilkan inovasi karena memang Bapak Presiden punya komitmen besar bahwa riset dan inovasi itu akan menjadi fondasi bagi kemajuan ekonomi Indonesia," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: