Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah yang secara simbolis melepas PMI berpesan agar para pekerja menjaga nama baik Indonesia di Jepang. Ia berharap PMI tidak hanya mengejar materi, tetapi juga menyerap ilmu manajerial dan etika kerja disiplin di Jepang untuk nantinya dibawa pulang ke tanah air.
"Kalian adalah citra Indonesia, tanamkan di hati bahwa Indonesia adalah tanah air kalian. Jadilah wirausaha baru saat kembali ke tanah air nanti," pesannya saat acara pelepasan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, 5 Agustus 2026.
Sebanyak 86 orang pekerja migran ini ilepas untuk bertolak ke Jepang dari program yang diinisiasi oleh Koperasi Jasa Syariah Kita Miraino Hikari. Puluhan pekerja migran ini akan bekerja di berbagai sektor, seperti hospitality dan jasa konstruksi.
Langkah ini disebut Wamenkop sebagai bentuk nyata transformasi koperasi modern yang mampu berkontribusi pada sektor riil dan penciptaan lapangan kerja internasional, sekaligus mendukung visi Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Direktur Utama LPDB Krisdianto dan Ketua Koperasi Jasa Syariah Kita Miraino Hikari Aditya Affasha Riawan.
Farida menekankan pentingnya penguatan kelembagaan koperasi sesuai Pasal 33 UUD 1945. Ia menegaskan koperasi harus menjadi salah satu dari tiga pilar utama penyokong ekonomi nasional, bersanding dengan BUMN dan sektor swasta.
"Koperasi Kita Miraino Hikari membuktikan bahwa anak muda bisa mengelola koperasi secara profesional, digital, dan mampu mengirimkan tenaga kerja profesional ke luar negeri," ujar Wamenkop.
Farida mengungkap komitmen Kemenkop melalui LPDB yang telah memberikan pembiayaan sebesar Rp55 miliar untuk mendukung operasional Koperasi Jasa Syariah Kita Miraino Hikari. Dukungan ini, lanjut Wamenkop, memungkinkan koperasi memberikan pelayanan maksimal kepada para calon pekerja tanpa biaya jaminan.
"Ini adalah bentuk afirmasi pemerintah. Dengan bunga yang sangat rendah, koperasi bisa memberdayakan masyarakat. Bahkan, ada pekerja yang berangkat tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun karena skema pembiayaan yang inovatif ini," tutup Wamenkop.
BERITA TERKAIT: