Menurut pengamat politik Hendri Satrio, sektor energi merupakan salah satu agenda strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sehingga membutuhkan pengelolaan yang lebih fokus.
"Saya rasa hari-hari ini memang Pak Bahlil sangat diandalkan oleh Presiden untuk mengurus energi, sehingga juga dipercaya sebagai Menko yang ada kaitannya dengan energi," kata Hensat, sapaan Hendri Satrio kepada
Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Minggu, 4 Oktober 2026.
Rangkap jabatan yang dijalankan Bahlil dinilai perlu dievaluasi agar pengelolaan sektor energi berjalan lebih efektif.
"Tapi menurut saya ke depannya akan salah satulah. Pak Bahlil harus memilih apakah ditugaskan sebagai Menko ataupun Kementerian ESDM," tegasnya.
Hensat juga menilai pengisian posisi Menteri ESDM tidak harus mempertimbangkan latar belakang partai politik. Menurutnya, kader Partai Golkar tetap dapat dipertimbangkan sepanjang memiliki kompetensi yang dibutuhkan.
"Bisa dicapai oleh orang yang berkompeten. Enggak apa-apa Golkar lagi, tapi memiliki kompetensi yang sama dengan Pak Bahlil," ujarnya.
Menurut Hensat, sejumlah agenda pemerintah di sektor energi menunjukkan pentingnya figur yang memiliki kemampuan mengelola sektor tersebut.
"Yang jelas kelihatannya dengan berbagai program seperti Satgas PKH, kemudian ada B50, Presiden benar-benar membutuhkan sosok yang andal mengatur tentang bidang energi ini," tandasnya.
BERITA TERKAIT: