Dengan hampir 85 persen suara dihitung, Flavio memperoleh 48,47 persen, sedangkan Lula 43,49 persen. Kandidat harus meraih lebih dari 50 persen suara untuk memenangkan pemilu pada putaran pertama. Lembaga survei Datafolha memproyeksikan keduanya akan melaju ke putaran kedua pada 25 Oktober.
Hasil sementara tersebut berlawanan dengan sejumlah jajak pendapat sebelum pemilu yang memperkirakan Lula unggul sekitar 3 poin persentase. Flavio, 45 tahun, merupakan putra mantan Presiden Jair Bolsonaro dan berupaya mengembalikan gerakan politik sayap kanan ayahnya. Sementara Lula, 80 tahun, memburu masa jabatan keempat.
Berdasar laporan Reuters, sejumlah analis mengatakan bahwa keunggulan Flavio kemungkinan didorong oleh “suara protes” dari pemilih yang ingin menentang Lula, bukan semata-mata karena mendukung dirinya. Flavio juga mengakui mengandalkan suara tersebut.
“Saya berharap itu cukup untuk mengamankan kemenangan di putaran pertama,” kata Flavio, dikutip dari CNBC International, Senin, 5 Oktober 2026.
Persaingan ini berlangsung di tengah tekanan ekonomi yang dihadapi Brasil. Biaya hidup dan utang rumah tangga masih menjadi persoalan bagi pemilih, sementara utang publik telah menembus 82 persen dari produk domestik bruto (PDB). Pemerintah juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi 2 persen tahun ini dan 2,3 persen pada 2027.
Pemilu turut dibayangi skandal Banco Master. Mantan pimpinan bank tersebut, Daniel Vorcaro, ditangkap terkait dugaan penipuan bernilai miliaran dolar. Flavio sedang diselidiki polisi federal terkait dugaan pencucian uang dalam kasus tersebut, namun membantah melakukan kesalahan. Ia mengakui menerima jutaan dolar dari Vorcaro untuk pembuatan film tentang ayahnya.
Selain memilih presiden, warga Brasil juga memilih seluruh 513 anggota majelis rendah dan dua pertiga anggota Senat. Hasil pemilu legislatif akan ikut menentukan peta kekuatan politik Brasil, sementara pertarungan antara Flavio dan Lula kini berlanjut menuju putaran kedua pada 25 Oktober.
BERITA TERKAIT: