Sejak mulai berjalan pada September 2025, program ini telah menyelesaikan dua kali masa tanam dan satu kali panen, sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan organisasi kepemudaan mampu meningkatkan produktivitas lahan serta memperkuat kesejahteraan petani.
Keberhasilan tersebut semakin relevan dengan penguatan pertanian modern melalui Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang diinisiasi Kementerian Pertanian sebagai bagian dari transformasi menuju pertanian yang modern, efisien, dan berdaya saing.
Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi, menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas berbagai kebijakan yang dinilai berpihak kepada petani, khususnya melalui program Brigade Pangan.
“Program ini merupakan langkah konkret untuk melanjutkan swasembada beras Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Jundi dalam keterangan tertulis, Sabtu 1 Agustus 2026.
Jundi juga memberikan apresiasi kepada Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Prof. Fadjry Djufry, atas inovasi PM-AAS yang menjadi salah satu penggerak modernisasi sektor pertanian.
“Inovasi seperti ini sangat penting untuk meningkatkan efisiensi budidaya, produktivitas lahan, dan daya saing pertanian nasional sehingga kesejahteraan petani dapat terus meningkat,” katanya
Di sisi lain, PP KAMMI menegaskan bahwa keberhasilan program pertanian tidak boleh dirusak oleh praktik-praktik mafia pangan yang merugikan petani maupun masyarakat.
Sementara itu, Ketua Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan PP KAMMI, Aulia Furqon, menilai arah kebijakan Kementerian Pertanian sudah berada pada jalur yang tepat.
Namun, ia mengingatkan bahwa implementasi Brigade Pangan harus terus diperkuat agar manfaatnya semakin optimal bagi petani.
“Keberhasilannya tidak cukup diukur dari jumlah brigade yang terbentuk, melainkan dari meningkatnya produktivitas lahan, pendapatan petani, dan tumbuhnya kelembagaan petani yang semakin mandiri,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: