Melalui unggahannya di media sosial, Hendri Satrio menyampaikan analogi mengenai konsep kabinet bayangan.
"Bayangan butuh cahaya, kalau enggak ada cahaya, enggak ada bayangan. Dan kalau tuannya enggak bergerak, mana bisa bayangan bergerak," tulis Hensa dikonfirmasi ulang redaksi, Kamis, 30 Juli 2026.
Founder lembaga survei Kedai Kopi yang akrab disapa Hensa itu kemudian menyarankan agar inisiatif tersebut menggunakan istilah yang lebih lugas.
"Mestinya langsung aja, Kabinet Tandingan!" tambahnya.
Kabinet Bayangan diluncurkan oleh koalisi akademisi, peneliti, dan pegiat masyarakat sipil sebagai wadah pengawasan alternatif terhadap jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Inisiatif tersebut dipanitiai oleh pakar hukum tata negara Feri Amsari bersama Ahmad Jilul Qur'ani Farid dari Masyarakat Transparansi Indonesia.
Koalisi penggagas menilai fungsi checks and balances mengalami pelemahan setelah mayoritas partai politik bergabung ke dalam koalisi pemerintahan.
Karena itu, Kabinet Bayangan diposisikan sebagai oposisi berbasis bukti yang bertugas mengevaluasi kebijakan pemerintah, menyusun alternatif kebijakan berdasarkan hasil riset, serta menjadi rujukan bagi publik dalam menilai kinerja kabinet.
BERITA TERKAIT: