Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, kegiatan akad massal akan digelar secara hybrid dengan melibatkan 62.000 debitur.
Sebanyak 200 debitur akan mengikuti prosesi secara langsung di Batang, sedangkan 61.800 debitur lainnya bergabung secara daring dari 36 provinsi di seluruh Indonesia.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Tiga Juta Rumah yang terus didorong pemerintah untuk memperluas akses kepemilikan rumah layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)," ungkap Prasetyo dalam pernyataan tertulis hari ini.
Menurut Prasetyo, akad massal kali ini menjadi rangkaian ketiga setelah pelaksanaan serupa di Cileungsi, Bogor pada 29 September 2025 dan Serang, Banten pada 20 Desember 2025.
Prosesi tersebut sekaligus menandai bahwa rumah-rumah yang dibangun melalui program FLPP telah siap diserahterimakan untuk dimiliki dan dihuni masyarakat.
Hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 107.410 masyarakat berpenghasilan rendah telah menerima manfaat pembiayaan FLPP.
Tingkat keterhunian rumah yang mencapai 93,35 persen menunjukkan tingginya pemanfaatan program tersebut sekaligus menjadi indikator bahwa kebutuhan akan rumah subsidi masih terus meningkat di berbagai daerah.
BERITA TERKAIT: