Hal itu disampaikan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, saat memberikan pengarahan secara daring kepada peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Tahun 2026.
“Administrator bukanlah manajer rutinitas. Administrator harus menjadi arsitek perubahan di unit-unit kerja yang ada. Kalau administrator tidak bergerak, perubahan hanya akan berhenti di atas kertas. Namun, ketika administrator bergerak, perubahan akan terasa hingga loket pelayanan BPN yang paling depan,” tegas Ossy kepada wartawan, Rabu, 29 Juli 2026.
Dalam kesempatan itu, Ossy menyampaikan materi bertajuk Memimpin Perubahan, Membangun Institusi yang Dipercaya, Melayani dengan Hati, dan Mempersiapkan Masa Depan Indonesia kepada ratusan peserta PKA Tahun 2026.
Ia menegaskan bahwa seluruh transformasi yang dilakukan Kementerian ATR/BPN bermuara pada satu tujuan utama, yakni meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan dan tata ruang kepada masyarakat.
“Kita sedang membangun sebuah institusi yang semakin dipercaya masyarakat melalui pelayanan yang semakin mudah, organisasi yang semakin adaptif, dan integritas yang semakin kuat,” ujarnya.
Menurut Ossy, transformasi tidak cukup dilakukan melalui pembenahan sistem dan pemanfaatan teknologi semata, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai penggerak utama perubahan.
Atas dasar itu, setiap pejabat administrator dituntut memiliki pola pikir yang terbuka terhadap perubahan, terus belajar, serta mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan budaya kerja adaptif, profesional, dan berintegritas.
“Kepercayaan masyarakat dibangun melalui jutaan pelayanan yang kita berikan setiap hari. Satu pelayanan yang buruk dapat menghapus kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun,” kata Ossy.
Lebih jauh, Ossy optimis apabila seluruh peserta PKA kembali ke unit kerjanya dengan semangat menjadi agen perubahan, transformasi di Kementerian ATR/BPN akan berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Saya yakin apabila seluruh administrator pulang dengan tekad menjadi agen perubahan di unit kerjanya masing-masing, maka transformasi Kementerian ATR/BPN bukan lagi sekadar program, melainkan menjadi sebuah gerakan untuk membangun pelayanan publik yang semakin baik, birokrasi yang profesional, memperkuat kepastian hukum pertanahan dan tata ruang, serta ikut membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: