Anggota Komisi I DPR Nurul Arifin kemajuan teknologi seperti media sosial dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat, namun juga menghadirkan tantangan baru yang berpotensi mengancam persatuan bangsa.
Pesan itu disampaikan Nurul dalam Webinar Literasi Digital pada Kamis 18 Juni 2026, dengan tema “Penguatan Ideologi Pancasila”.
“Era digital memberikan ruang yang sangat luas untuk berkomunikasi dan mengakses informasi. Namun di saat yang sama, juga menjadi tempat berkembangnya hoaks, ujaran kebencian, dan berbagai konten yang dapat memicu perpecahan," kata Nurul.
"Karena itu, Pancasila harus menjadi kompas moral dan etika dalam kehidupan digital kita,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa nilai-nilai Pancasila yang mencakup ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial tetap relevan untuk menjadi pedoman masyarakat dalam berinteraksi di ruang digital.
Legislator Partai Golkar ini menyoroti fenomena hoaks yang masih menjadi ancaman nyata bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, hoaks tidak sekadar menyebarkan informasi palsu, tetapi sering kali dirancang untuk memancing emosi, memperuncing perbedaan, serta melemahkan kepercayaan publik terhadap berbagai institusi.
“Oleh karena itu, masyarakat perlu membiasakan diri untuk memverifikasi informasi sebelum membagikannya serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum jelas kebenarannya,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: