Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, sebelum pendaftaran dibuka, Kemnaker telah melakukan verifikasi ketat terhadap seluruh perusahaan, kementerian, dan lembaga yang menawarkan posisi magang.
"Itu kita sudah mulai buka dari tanggal 15 Juli, nanti kita tutup tanggal 28 Juli,” kata Yassierli kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 20 Juli 2026.
Menurutnya, proses verifikasi dilakukan untuk memastikan perusahaan benar-benar layak menjadi tempat magang, termasuk mengecek kepatuhan pelaporan ketenagakerjaan, kesesuaian posisi magang bagi lulusan perguruan tinggi, hingga keberadaan perusahaan secara fisik.
"Kita melihat, satu: perusahaannya oke atau tidak, jujur apa tidak, melaporkan terkait dengan data ketenagakerjaannya. Yang kedua: apakah perusahaannya ini benar-benar membuka lowongan sesuai dengan posisi seorang lulusan perguruan tinggi. Kalau tidak, kita coret," kata Yassierli.
Selain itu, program Magang Nasional tahun ini juga diperluas dengan membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas dan lulusan pendidikan profesi.
Yassierli menambahkan, sistem pendaftaran kini telah menggunakan teknologi biometrik sehingga tidak lagi memberi ruang bagi praktik percaloan.
"Sudah menggunakan biometrik. Jadi tidak bisa lagi ada calo pendaftaran magang, ya. Jadi mereka harus daftar sendiri,” kata Yassierli.
Lebih jauh Yassierli berharap Program Magang Nasional dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja Indonesia.
BERITA TERKAIT: