Dalam kegiatan itu, Firman menekankan bahwa penguatan wawasan kebangsaan tidak cukup hanya dilakukan melalui ceramah, tetapi harus diwujudkan dalam program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya petani.
"Empat Pilar itu tidak cukup disosialisasikan lewat ceramah. Harus masuk ke sawah, ke kelompok tani, ke kehidupan petani. Biosaka ini salah satu contohnya. Ini inovasi anak bangsa yang bisa meningkatkan produksi dan menekan biaya," ujar Firman dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 20 Juli 2026
Pada kesempatan tersebut, ia menjelaskan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Firman menyoroti pentingnya implementasi sila kelima Pancasila, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Menurutnya, keadilan sosial dapat diwujudkan ketika petani memperoleh kesejahteraan melalui peningkatan hasil produksi dan berkurangnya ketergantungan terhadap pupuk yang berbiaya tinggi.
"Keadilan sosial itu saat petani bisa sejahtera, produksi naik, dan tidak tergantung pupuk mahal. Itu implementasi Pancasila di lapangan," tegasnya.
Selain sosialisasi kebangsaan, kegiatan juga diisi dengan pelatihan penggunaan Biosaka. Bersama Anasar, para relawan dan petani diberikan pemahaman mengenai pemanfaatan Biosaka sebagai teknologi pertanian yang diklaim ramah lingkungan, mampu menekan biaya produksi, dan meningkatkan hasil panen.
Firman juga mengaitkan ketahanan pangan dengan semangat bela negara. Menurutnya, petani memiliki peran strategis dalam menjaga kedaulatan bangsa melalui peningkatan produksi pangan.
"Petani yang hebat adalah petani yang mencintai negerinya dengan cara menanam dan memberi makan bangsa," ungkap dia.
Ke depan, Firman menyatakan akan terus bersinergi dengan para pegiat Biosaka untuk memperluas pelatihan kepada petani di berbagai desa di daerah pemilihannya di Jawa Tengah.
"Kolaborasi antara anggota MPR, penemu teknologi lokal seperti Pak Anasar, dan para relawan ini penting. Negara kuat kalau petaninya kuat. Dan petani kuat kalau ada keadilan dan teknologi yang berpihak," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: