Demikian pandangan pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah merespons pidato Presiden Prabowo Subianto di Indonesia Arena, Jakarta yang menekankan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan salah satu pilar utama ekonomi kerakyatan yang harus bersinergi dengan UMKM, BUMN, BUMD, dan sektor swasta dalam membangun kekuatan ekonomi nasional.
Amir menjelaskan bahwa koperasi berfungsi sebagai instrumen untuk memperluas distribusi kepemilikan ekonomi sehingga tidak terkonsentrasi pada kelompok tertentu.
“Negara akan lebih stabil apabila basis ekonomi rakyatnya kuat. Koperasi menjadi alat untuk memperkuat daya tahan nasional karena masyarakat menjadi bagian langsung dari aktivitas ekonomi,” kata Amir, dikutip Jumat 17 Juli 2026.
Ia menambahkan bahwa ketika ekonomi desa tumbuh melalui koperasi, maka ketergantungan terhadap pusat ekonomi nasional akan berkurang. Kondisi tersebut menciptakan jaringan ekonomi yang lebih merata sekaligus meningkatkan ketahanan sosial.
Amir menilai pidato Presiden juga menghapus anggapan bahwa penguatan koperasi identik dengan pembatasan ruang bagi swasta.
Menurutnya, justru Prabowo ingin membangun sinergi antara koperasi, UMKM, BUMN, BUMD dan perusahaan swasta sehingga masing-masing memiliki fungsi yang saling melengkapi.
Dalam kerangka tersebut, koperasi berperan sebagai penguat ekonomi rakyat, UMKM menjadi motor kewirausahaan, BUMN menjalankan fungsi strategis negara, sedangkan swasta menjadi akselerator investasi dan inovasi.
“Model ini menciptakan keseimbangan. Tidak ada yang didominasi, tetapi semua saling memperkuat sesuai fungsi masing-masing,” pungkas Amir.
BERITA TERKAIT: